Yong Barnas: Gitaris yang Menjadi Mesin Karaoke Berjalan SSEAYP 1989
Di kalangan peserta IPY SSEAYP 1989, nama Yong Barnas selalu identik dengan gitar. Sejak hari pertama program dimulai, ia dipercaya menjadi gitaris grup yang bertugas mengiringi berbagai kegiatan musik selama perjalanan. Tidak ada yang meragukan kemampuannya, karena hampir semua lagu program SSEAYP 1989 ia hafal chord-nya di luar kepala.
Konon, Yong tidak membutuhkan buku lagu.
Cukup sebutkan judul lagunya, maka beberapa detik kemudian jemarinya sudah bergerak mencari chord yang tepat.
“Yong, lagu ini bisa?”
“Bisa.”
“Kalau lagu itu?”
“Bisa.”
“Kalau lagu yang baru kita dengar lima menit lalu?”
“Bisa juga.”
Akhirnya banyak teman yang berkesimpulan bahwa Yong sebenarnya bukan manusia biasa, melainkan perpustakaan chord berjalan yang kebetulan menyamar menjadi peserta SSEAYP.
Salah satu momen yang paling dikenang adalah ketika berlangsung adu mekanik suara antar peserta. Saat tiba gilirannya tampil, Yong memilih lagu milik George Benson yang berjudul After All. Pilihan lagu itu cukup berani karena memiliki nuansa jazz yang lembut dan tidak mudah dibawakan.
Masalahnya, pada masa itu fasilitas musik tidak semewah sekarang. Tidak ada aplikasi streaming, tidak ada minus one profesional, dan tidak ada band pengiring. Yang tersedia hanyalah produk karaoke sebagai teman setia di atas panggung.
Namun Yong tetap tampil percaya diri.
Ia memetik gitar dengan tenang, mengikuti irama karaoke yang sesekali terdengar seperti sedang mencari arah pulang. Anehnya, semakin lagu berjalan, semakin banyak yang ikut menikmati penampilannya.
Begitu lagu selesai, ruangan mendadak hening beberapa detik.
Lalu terdengar tepuk tangan meriah.
Seorang teman berbisik, “Tadi yang nyanyi Yong Barnas atau George Benson yang nyasar ke SSEAYP?”
Semua langsung tertawa.
Malam itu semua sepakat bahwa ada tiga hal yang tidak pernah berubah sejak SSEAYP 1989: persahabatan yang hangat, lagu-lagu yang selalu dinyanyikan bersama, dan Yong Barnas yang selalu siap memainkan chord apa pun sebelum orang lain selesai menyebut judul lagunya.
=======
Yong Barnas: The Guitarist Who Became SSEAYP 1989’s Walking Karaoke Machine
Among the IPY participants of SSEAYP 1989, Yong Barnas was always associated with one thing: his guitar. From the very first day of the program, he was entrusted as the group’s guitarist, accompanying countless musical activities throughout the voyage. Nobody doubted his talent because he seemed to know the chords of almost every SSEAYP song by heart.
Legend has it that Yong never needed a songbook.
Just mention a song title and within seconds his fingers would already be finding the correct chords.
“Yong, can you play this song?”
“Sure.”
“What about that one?”
“Of course.”
“What about the song we heard five minutes ago?”
“No problem.”
Eventually, many participants concluded that Yong was not an ordinary human being. He was actually a walking chord encyclopedia disguised as an SSEAYP participant.
One of his most memorable moments came during a talent and sound performance session. When it was his turn to perform, Yong chose George Benson’s After All. It was a bold choice, considering the song’s smooth jazz style and emotional complexity.
The challenge was that technology back then was nothing like today. There were no streaming platforms, no professional backing tracks, and no live orchestra waiting backstage. The only accompaniment available was a simple karaoke track.
Yet Yong stepped onto the stage with complete confidence.
He calmly played his guitar while following a karaoke track that occasionally sounded as if it was trying to find its way home. Somehow, the longer he performed, the more captivated the audience became.
When the song ended, the room fell silent for a few seconds.
Then the applause erupted.
One friend whispered, “Was that Yong Barnas singing, or did George Benson accidentally join SSEAYP tonight?”
Everyone burst into laughter.
That evening, everyone agreed that three things had never changed since SSEAYP 1989: the warmth of friendship, the songs that always brought people together, and Yong Barnas, who could play virtually any chord before anyone else had even finished saying the song title.
Berita Terkait
THE BUDGETING – Kesalahan Fatal dalam Budgeting dan Dampaknya terhadap Kinerja Hotel Dalam praktik manajemen hotel, penyusunan anggaran (budgeting) merupakan salah satu instrumen strategis yang berfungsi mengarahkan organisasi menuju pencapaian tujuan keuangan dan operasional. Namun demikian, banyak organisasi gagal memperoleh manfaat optimal dari budgeting karena melakukan berbagai kesalahan mendasar dalam proses perencanaan, implementasi, dan pengendaliannya. Kesalahan-kesalahan tersebut dapat mengurangi efektivitas budget sebagai alat manajemen dan berdampak negatif terhadap kinerja perusahaan. Salah satu kesalahan yang paling sering terjadi adalah menjadikan budget hanya sebagai formalitas administratif untuk memenuhi kebutuhan pelaporan atau persyaratan organisasi. Dalam kondisi ini, budget disusun setiap tahun tetapi tidak digunakan secara aktif sebagai dasar pengambilan keputusan. Akibatnya, berbagai keputusan strategis dan operasional dilakukan tanpa mempertimbangkan target serta asumsi yang telah ditetapkan dalam anggaran. Kesalahan lainnya adalah terlalu berfokus pada pengendalian biaya (cost control) tanpa memperhatikan penciptaan nilai (value creation). Pendekatan yang hanya berorientasi pada pengurangan biaya dapat menghambat inovasi, menurunkan kualitas layanan, serta mengurangi kemampuan hotel dalam menciptakan pengalaman tamu yang unggul. Selain itu, kegagalan melibatkan departemen terkait dalam proses budgeting sering kali menyebabkan rendahnya komitmen terhadap pencapaian target yang telah ditetapkan. Budget juga akan kehilangan relevansinya apabila tidak diperbarui secara berkala sesuai dengan perubahan kondisi bisnis. Lingkungan bisnis yang dinamis menuntut organisasi untuk melakukan evaluasi dan penyesuaian anggaran secara berkelanjutan agar tetap selaras dengan kondisi pasar dan kebutuhan operasional. Bagi seorang General Manager, kesalahan terbesar dalam budgeting bukanlah membuat anggaran yang kurang sempurna, melainkan menyusun budget yang baik tetapi tidak digunakan dalam pengelolaan bisnis sehari-hari. Oleh karena itu, budget harus menjadi alat manajemen yang hidup, digunakan secara aktif dalam pengambilan keputusan, evaluasi kinerja, serta pengendalian organisasi untuk mencapai tujuan jangka panjang secara efektif dan berkelanjutan. ======== Fatal Budgeting Mistakes and Their Impact on Hotel Performance In hotel management practice, budgeting serves as a strategic instrument that guides organizations toward achieving their financial and operational objectives. However, many organizations fail to realize the full benefits of budgeting because of fundamental mistakes in the planning, implementation, and control processes. These mistakes reduce the effectiveness of budgeting as a management tool and can negatively affect overall organizational performance. One of the most common mistakes is treating the budget merely as an administrative formality designed to satisfy reporting requirements or organizational procedures. In such situations, budgets are prepared annually but are not actively used as a basis for decision-making. Consequently, strategic and operational decisions are often made without considering the targets and assumptions established within the budget. Another significant mistake is focusing excessively on cost control while neglecting value creation. A budgeting approach that concentrates solely on reducing expenses may hinder innovation, lower service quality, and weaken the hotel’s ability to create superior guest experiences. Furthermore, failing to involve operational departments in the budgeting process often results in low commitment and limited ownership of financial targets across the organization. Budgets also lose their effectiveness when they are not updated regularly to reflect changing business conditions. In a dynamic business environment, organizations must continuously review and adjust financial projections to ensure alignment with market developments and operational realities. For a General Manager, the greatest budgeting failure is not creating an imperfect budget, but rather developing a well-prepared budget that is never utilized in daily business management. Therefore, budgeting should function as a living management tool that actively supports decision-making, performance evaluation, and organizational control. When used effectively, budgeting becomes a strategic mechanism that helps hotels achieve sustainable growth, operational excellence, and long-term profitability.