Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira
Berita  

WHEN AGE BECOMES JUST A NUMBER IN PINK BEACH

Exploring Nusantara

Ketika Usia Hanya Menjadi Angka di PINK BEACH

Di atas kapal phinisi yang megah, berlayar di perairan eksotis Labuan Bajo, kami hidup layaknya tamu VIP. Laut berkilau dengan gradasi biru dan hijau toska, pulau-pulau kecil tersebar seperti lukisan, dan semilir angin laut membuat kami merasa muda kembali… setidaknya sampai tiba saatnya naik-turun tangga.

Pagi hari dimulai dengan sarapan ala hotel. Telur yang disajikan cantik, buah segar, roti, dan kopi panas – semuanya lengkap. Rasanya seperti sarapan di resor mewah, hanya saja lantainya bergoyang pelan. Sebagian menikmati pemandangan, sebagian lagi fokus penuh menjaga agar kopi tidak tumpah—bonus latihan keseimbangan gratis.

Sebelum menuju pantai, kru kembali menggoda kami dengan sarapan ringan. Katanya “ringan”, tapi setelah roti, kue kecil, dan secangkir kopi lagi, kami sepakat: yang ringan cuma namanya.

Lalu tibalah momen penentuan – menuju pantai dengan perahu kecil. Bagian ini butuh konsentrasi penuh. Bukan karena takut laut, tapi takut salah langkah. Berpegangan erat dan bergerak hati-hati, akhirnya kami duduk manis di perahu dan tawa pun kembali pecah.

Pantainya luar biasa indah. Air laut Labuan Bajo begitu jernih, sampai-sampai kaki sendiri terlihat jelas. Begitu sampai darat, kami berenang, bermain air, lalu pindah ke pasir. Ada yang menggambar di pasir, ada yang menanam kaki, dan ada pula yang dengan penuh dedikasi membangun istana pasir.

Waktu berlalu tanpa terasa. Matahari makin tinggi, tawa makin keras, dan kami benar-benar lupa usia—sampai seseorang tiba-tiba berkata, “Tunggu… bukannya kita semua sudah di atas 50?”

Hening sebentar… lalu tawa kembali meledak.

Karena di perairan eksotis Labuan Bajo, di atas kapal phinisi yang indah, kami belajar satu hal penting: usia hanyalah angka, tapi saat bermain air dan pasir, anak kecil di dalam diri kita bangkit kembali – meski lutut mungkin minta sedikit perhatian ekstra. 😄

 

========–

“When Age Becomes Just a Number in PINK BEACH”

Aboard a majestic phinisi boat sailing through the exotic waters of Labuan Bajo, we lived like VIP guests. The sea shimmered in shades of turquoise and blue, small islands scattered around like a painting, and the gentle breeze made us feel young again… at least until it was time to climb the stairs.

The morning began with a hotel-style breakfast. Beautifully prepared eggs, fresh fruit, bread, and hot coffee—everything was there. It felt like breakfast at a luxury resort, except the floor gently swayed. Some of us enjoyed the view, while others focused hard on keeping their coffee from spilling—a complimentary balance workout.

Before heading to the beach, the crew tempted us once more with a light breakfast. They called it “light,” but after bread, small pastries, and another cup of coffee, we all agreed: only the name was light.

Then came the moment of truth—heading to the beach by dinghy. This part required full concentration. Not because we feared the sea, but because we feared missing a step. Holding on tightly and moving carefully, we finally settled into the dinghy and instantly returned to laughter.

The beach was stunning. The Labuan Bajo seawater was crystal clear, so clear we could see our own feet. Once ashore, we swam, splashed around, and played in the water before moving on to the sand. Some of us drew pictures in the sand, others buried their feet, and a few became deeply committed architects of sandcastles.

Time slipped away unnoticed. The sun climbed higher, the laughter grew louder, and we completely forgot our age – until someone suddenly said, “Wait… aren’t we all over 50?”

There was a brief pause… then more laughter.

Because in the exotic waters of Labuan Bajo, aboard a beautiful phinisi boat, we learned one important lesson: age is just a number, but once you’re playing in the water and sand, the child inside comes alive—though the knees may ask for a little extra care. 😄