Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira
Berita  

VUCA

SERIAL ESSAY

VUCA

Tatkala pebisnis belajar strategi perang, mari kita baca literatur di Wikipedia.

Alkisah, USA Army War College, memperkenalkan konsep VUCA untuk menggambarkan dunia multilateral yang lebih tidak stabil, tidak pasti, kompleks, dan ambigu yang dianggap sebagai akibat dari akhir Perang Dingin.

VUCA pertama kali digunakan pada tahun 1987, mengacu pada teori kepemimpinan Warren Bennis dan Burt Nanus untuk menggambarkan atau merefleksikan keadaan tsb.

VUCA sendiri merupakan hasil pemikiran uthak-athik gathuk yang dikemas dalam abriviasi sbb:

V = Volatility. Sifat dan dinamika perubahan, serta sifat dan kecepatan gaya perubahan dan katalis perubahan.

U = Uncertainity. kurangnya prediktabilitas, prospek kejutan, dan rasa kesadaran dan pemahaman tentang masalah dan peristiwa.

C = Complexity. Kekuatan multipleks, perancu masalah, tidak ada rantai sebab-akibat dan kebingungan yang mengelilingi organisasi.

A = Ambiguity. Ketidakjelasan realitas, potensi kesalahan membaca, dan beragam makna kondisi; kebingungan sebab-akibat.

Elemen-elemen ini menyajikan konteks dimana organisasi melihat keadaan mereka saat ini dan masa depan. Mereka menyajikan batasan untuk perencanaan dan manajemen kebijakan.

Ilmu perang untuk bisnis.
Hehe.