VUCA (02)
Pandemi COVID 19 telah mencuatkan banyaknya konsep bisnis dadakan. Kesemuanya beraliran futuristik. Gendengnya, para petinggi negeri inipun ingin menghapus pelajaran sejarah. Saya jawab: GUNDULMU.
Para pakar futuristik dunia saat ini bereksperimen dengan cara meramu konsep VUCA utk diimplementasikan pada dunia bisinis. Ini catatan saya:
1. Tinggalkan Best Practice, mulailah dengan The Futured Practice. Fokus pada potential futured challenges.
2. Jangan pernah takut masa depan yang GJ, gak jelas. Karena semua orang bermasa depan sama. Maju saja, pikir belakangan. Alias BONEK, Bondo Nekat. Terbukti, 10 November menang karena nekatnya arek-arek Suroboyo.
3. Multi Skill. Harus belajar sebanyak mungkin. Kita harus mampu menjadi pembuat produk sampai jualan dan mengatur keuangan.
4. Jadikan masa depan sbg kesempatan, bukan ancaman. Pakailah Ilmu Kodinin: Merubah batuk menjadi senyuman.
Dan, ingat pesan Pak Dirman: kalau mau menang, harus kuat. Agar bisa kuat, harus bersatu. Caranya, banyak-banyak silahturahmi.
Ini yang menghantarkan saya untuk mengajak Anda semua agar bisa menang, yaitu dengan cara bersilahturahmi ghoib seperti ini. Anda tidak pernah ketemu saya. Namun, rasanya, kitorang basudara, toh?
TIM










