Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira
Berita  

TRAVEL UMROH DI ERA DIGITALISASI: SINERGI INDUSTRI DAN AKADEMISI DALAM KELAS PARIWISATA DIGITAL UNHAS

Program Pendidikan

TRAVEL UMROH DI ERA DIGITALISASI: SINERGI INDUSTRI DAN AKADEMISI DALAM KELAS PARIWISATA DIGITAL UNHAS

Oleh Dirk Sandarupa

Program Studi Sarjana Pariwisata Universitas Hasanuddin kembali menghadirkan pembelajaran berbasis praktik melalui kelas Pariwisata Digital dengan mengangkat tema “Travel Umroh di Era Digitalisasi”. Kegiatan ini menghadirkan praktisi industri, yakni H. Muliadi Halide selaku owner ADAM Tour, serta dimoderatori oleh Dr. Dirk Sandarupa, M. Hum., MCE, sebagai upaya menjembatani dunia akademik dan realitas industri pariwisata religi yang terus berkembang di era digital.

Dalam pemaparannya, H. Muliadi Halide menekankan bahwa eksistensi travel umroh saat ini tidak lagi bergantung pada metode konvensional, melainkan harus mampu beradaptasi dengan ekosistem digital. Transformasi ini mencakup pemasaran berbasis media sosial, pelayanan berbasis sistem digital, hingga transparansi informasi kepada jamaah. Digitalisasi, menurutnya, bukan hanya peluang, tetapi juga tantangan dalam menjaga kepercayaan publik.

Menariknya, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa magang dari Fakultas Ilmu Budaya, khususnya Sastra Arab, yaitu Muhammad Khuzain Ayyub, Muhammad Aiman S, dan Muh Taswin. Ketiganya berperan aktif dalam mendukung operasional komunikasi dan pemahaman konten keislaman dalam layanan umroh di ADAM Tour. Latar belakang keilmuan mereka menjadi nilai tambah dalam memastikan kualitas pelayanan yang berbasis pemahaman religius dan linguistik yang tepat.

Selain itu, kontribusi mahasiswa dari Program Studi S1 Pariwisata, yaitu Ira Sartika dan Rahma, juga terlihat signifikan. Mereka terlibat dalam pengembangan strategi promosi digital, pengelolaan konten media sosial, serta membantu membangun citra brand ADAM Tour sebagai travel umroh yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Keterlibatan mereka mencerminkan integrasi antara teori yang dipelajari di kelas dengan praktik langsung di industri.

Kesuksesan kegiatan ini tidak terlepas dari peran staf ADAM Tour, yaitu Fitri Nur Anisa dan Fauzan, yang turut mendukung jalannya kelas dengan memberikan insight praktis terkait manajemen operasional travel umroh di era digital. Keduanya menjadi representasi penting bagaimana sumber daya manusia dalam industri harus mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai pelayanan.

Dalam perspektif akademik, kegiatan ini menegaskan bahwa pariwisata digital bukan sekadar penggunaan teknologi, tetapi juga tentang bagaimana membangun kepercayaan, pengalaman, dan nilai dalam interaksi antara penyedia jasa dan konsumen. Hal ini sejalan dengan pendekatan humanistik yang sering ditekankan oleh Dr. Dirk Sandarupa, bahwa pariwisata harus tetap berakar pada nilai budaya dan kemanusiaan, meskipun bergerak dalam arus digitalisasi.

Melalui kolaborasi ini, kelas Pariwisata Digital tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga ruang transformasi, di mana mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mengalami langsung dinamika industri. ADAM Tour, dalam hal ini, menjadi contoh nyata bagaimana travel umroh tetap eksis dan berkembang dengan memanfaatkan teknologi, tanpa kehilangan esensi pelayanan spiritual yang menjadi inti dari perjalanan ibadah itu sendiri.

 

=======-

UMRAH TRAVEL IN THE ERA OF DIGITALIZATION: SYNERGY BETWEEN INDUSTRY AND ACADEMIA IN THE DIGITAL TOURISM CLASS AT HASANUDDIN UNIVERSITY

By Dirk Sansarupa

The Undergraduate Program in Tourism at Hasanuddin University once again demonstrated its commitment to practice-based learning through the Digital Tourism course, carrying the theme “Umrah Travel in the Era of Digitalization.” The session featured industry practitioner H. Muliadi Halide, owner of ADAM Tour, and was moderated by Dr. Dirk Sandarupa, M. Hum., MCE, highlighting a meaningful collaboration between academia and the religious tourism industry in an increasingly digital landscape.

In his presentation, H. Muliadi Halide emphasized that the sustainability of Umrah travel agencies today no longer relies solely on conventional methods but must adapt to the digital ecosystem. This transformation includes social media–driven marketing, digital-based service systems, and transparency in delivering information to pilgrims. According to him, digitalization is not merely an opportunity but also a challenge in maintaining public trust.

The program also involved student interns from the Faculty of Cultural Sciences, particularly from the Arabic Literature program: Muhammad Khuzain Ayyub, Muhammad Aiman S, and Muh Taswin. They actively contributed to communication support and the development of Islamic content within ADAM Tour’s services. Their academic background provides added value in ensuring culturally and religiously appropriate communication for Umrah pilgrims.

In addition, students from the Undergraduate Tourism Program, Ira Sartika and Rahma, played a significant role in strengthening ADAM Tour’s digital presence. They were involved in developing digital marketing strategies, managing social media content, and enhancing the company’s brand image as a technology-adaptive Umrah travel agency. Their involvement reflects a strong integration between classroom knowledge and real-world industry practice.

The success of this learning activity was also supported by ADAM Tour staff members, Fitri Nur Anisa and Fauzan, who shared practical insights into managing Umrah travel operations in the digital era. Their contributions highlighted the importance of human resources that are capable of adapting to technological changes while maintaining service excellence.

From an academic perspective, this initiative reinforces that digital tourism is not merely about technology adoption, but about building trust, experience, and value in the interaction between service providers and consumers. This aligns with the perspective emphasized by Dr. Dirk Sandarupa, that tourism must remain rooted in cultural and human values, even as it evolves within digital transformation.

Through this collaboration, the Digital Tourism class becomes more than just a learning space—it transforms into a platform for experiential learning, where students engage directly with industry dynamics. ADAM Tour stands as a concrete example of how Umrah travel services can remain relevant and competitive by embracing digital innovation while preserving the spiritual essence at the heart of the pilgrimage journey.