Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira
Berita  

TIPPING DI HOTEL & RESTO

SERIAL HOTELIER

TIPPING DI HOTEL & RESTO

“Pak, boleh tidak terima tipping?”

Sewaktu saya jadi GM, tipipng saya legalkan. Belboy, waiter dan room boy itu unit basah.

Apakah tidak mengarahkan pegawai korup? Saya jawab terserah. Bagi saya selaku GM, tiping di dunia perhotelan adalah apresiasi dari tamu. Kontroversi ini mencuat seiring dengan perjalanan sejarah hotel dimanapun di dunia. Saya penganut Mazhab Tip-able. Catatan yang selalu melekat pada bawahan saya: kalau hutang atau minta ke client adalah sebuah bentuk pelanggaran.

Tipping yang diterima oleh belboy, waiter dan room boy tidak ada apa-apanya dibanding dg rekan-rekan dari Sales & Marketing Departement. Mereka bisa mendapat jutaan dari para EO dan panitia atas suksesnya gelaran acara mereka. Aseli, saya tutup mata dengan semua ini. Yang penting mereka tidak meminta. Alhasil, mereka selalu memenangkan pertempuran market MICE.

Khusus untuk Purchasing Departement, tipping-nya saya locked dg gentle agreement. Supplier.harus memberikan sebagian keuntungannya dalam bentuk tipping legal yang dicantumkan dalam Kontrak Kerja. Kemudian, dikumpulkan utk parcel Lebaran dan dana ulang tahun hotel.

Dampaknya, pegawai semakin semangat.
Hotel untung besar.
Everybody is happy.
Real Memorable.

Tapi itu dulu.
Sebelum ada GCG.