The Membership
Reuni SSEAYP 1989 di Penang kali ini berlangsung sangat serius—setidaknya sampai makanan datang. Begitu lunch tersaji di meja, semua agenda nostalgia langsung pause. Di sana ada Osamu dari Jepang, Hellen dari Malaysia, dan Haruo, yang sampai sekarang statusnya masih bikin panitia mikir keras. Foto boleh formal, tapi begitu nasi dan lauk muncul, wajah-wajah langsung berubah jadi ekspresi “ini dulu yang penting”.
Haruo ini memang unik. Secara dokumen, dia adalah PY Jepang – JPY-89, sah, resmi, dan bersejarah. Tapi di sisi lain, dia juga tergabung dalam Solid S, entitas baru yang diciptakan dengan penuh cinta untuk mengakomodir para istri dan suami para PY. Jadi kalau ditanya Haruo ini PY atau Solid S, jawabannya: iya. Semua. Sekaligus. Multinasional dan multi-status.
Namun, begitu bicara soal makan siang, semua label langsung lenyap. Tidak ada lagi PY, tidak ada Solid S, tidak ada Jepang, Malaysia, atau ASEAN. Yang tersisa hanyalah manusia lapar dengan misi bersama: makan dengan bahagia. Osamu yang biasanya tenang, fokus ke piring. Hellen yang biasanya rapi, sudah siap sendok. Haruo? Sudah siap dari lima menit yang lalu.
Dan saat momen sakral itu tiba, satu kata menyatukan segalanya: “Itadakimasu!”. Bukan sekadar selamat makan, tapi mantra persatuan lintas negara, lintas status, lintas struktur organisasi SSEAYP. Di meja makan itu, dunia benar-benar damai. Tidak ada debat identitas, tidak ada klarifikasi keanggotaan—yang ada hanya kebersamaan, tawa kecil, dan keyakinan bahwa dalam SSEAYP 1989, semua perbedaan bisa cair… makan lagi dan makan lagi.
IPY-89
=======-
The Membership
The SSEAYP 1989 reunion in Penang was extremely serious—at least until the food arrived. The moment lunch hit the table, all nostalgic agendas were immediately put on pause. Present were Osamu from Japan, Hellen from Malaysia, and Haruo, whose membership status still gives the committee a permanent thinking assignment. The photo may look formal, but once rice and side dishes appeared, every face instantly switched to the expression of “this is the real priority.”
Haruo is truly one of a kind. On paper, he is a Japanese PY – JPY-89, legal, official, and historically documented. But on the other hand, he is also part of Solid S, a lovingly created entity designed to accommodate the husbands and wives of PY members. So if you ask whether Haruo is a PY or Solid S, the answer is: yes. All of it. At the same time. Multinational and multi-status.
However, the moment lunch is involved, all labels vanish instantly. No more PY, no more Solid S, no Japan, no Malaysia, no ASEAN. What remains are hungry humans on a shared mission: eating happily. Osamu, usually calm and composed, is fully focused on his plate. Hellen, normally neat and organized, already has her spoon ready. Haruo? He’s been ready for five minutes.
And when the sacred moment finally arrives, one word unites everyone: “Itadakimasu!” Not just “let’s eat,” but a powerful spell of unity across countries, statuses, and SSEAYP organizational structures. At that lunch table, the world is truly at peace. No identity debates, no membership clarification—just togetherness, soft laughter, and the firm belief that in SSEAYP 1989, all differences can melt away… as long as we keep eating.
IPY-89










