Menjadi Penanggung Jawab Tertinggi secara Hukum dan Moral
Menjadi penanggung jawab tertinggi secara hukum dan moral merupakan tanggung jawab fundamental General Manager (GM) Hotel yang melekat pada posisi sebagai pimpinan eksekutif tertinggi di tingkat unit bisnis. Tanggung jawab ini menempatkan GM sebagai pihak yang memikul konsekuensi akhir atas kepatuhan hukum, etika organisasi, serta dampak keputusan strategis terhadap pemangku kepentingan. Literatur tata kelola perusahaan menegaskan bahwa pimpinan puncak memiliki kewajiban hukum dan tanggung jawab moral untuk memastikan organisasi beroperasi sesuai regulasi, standar etika, dan prinsip keberlanjutan (OECD, 2015; OECD, 2023).
Dalam industri perhotelan global, GM bertanggung jawab memastikan kepatuhan hotel terhadap regulasi ketenagakerjaan, keselamatan dan keamanan tamu, perlindungan konsumen, serta standar lingkungan. Kegagalan mematuhi regulasi tersebut dapat menimbulkan sanksi hukum, kerugian finansial, dan kerusakan reputasi. Penelitian Dogru, Mody, dan Suess (2019) menunjukkan bahwa risiko hukum dan reputasi berdampak langsung terhadap kinerja keuangan hotel, sehingga tanggung jawab hukum pimpinan puncak menjadi faktor kritis keberlanjutan bisnis.
Selain tanggung jawab hukum formal, GM memikul tanggung jawab moral sebagai penjaga nilai dan integritas organisasi. Tanggung jawab moral mencakup pengambilan keputusan yang adil, transparan, dan mempertimbangkan dampak sosial terhadap karyawan, tamu, dan masyarakat. Guillet dan Kim (2023) menegaskan bahwa kepemimpinan puncak yang menekankan etika memperkuat kepercayaan internal dan eksternal serta reputasi hotel. Dalam konteks ini, GM berperan sebagai penentu standar perilaku organisasi.
Tanggung jawab hukum dan moral GM semakin menonjol dalam situasi krisis dan dilema etika. Keputusan terkait keselamatan, transparansi, dan perlindungan pemangku kepentingan menuntut akuntabilitas penuh pimpinan puncak. Riset Prayag et al. (2023) menunjukkan bahwa kepemimpinan etis pada masa krisis meningkatkan kepercayaan dan mempercepat pemulihan organisasi pariwisata.
Dari perspektif agency theory, GM bertindak sebagai agen yang dipercaya owner untuk mengelola aset dan risiko secara bertanggung jawab (Eisenhardt, 2018). Dengan demikian, menjadi penanggung jawab tertinggi secara hukum dan moral merupakan fungsi kepemimpinan GM yang tidak dapat didelegasikan, karena menentukan legitimasi, kepercayaan, dan keberlanjutan hotel dalam jangka panjang.










