Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira
Berita  

THE GM: Menetapkan Kebijakan Manajemen Tingkat Tertinggi

The GM

THE GM: Menetapkan Kebijakan Manajemen Tingkat Tertinggi

Menetapkan kebijakan manajemen tingkat tertinggi merupakan tanggung jawab strategis General Manager (GM) Hotel yang berfungsi menerjemahkan visi, misi, dan arah strategis ke dalam pedoman formal yang mengarahkan seluruh aktivitas organisasi. Kebijakan tingkat tertinggi mencakup keputusan normatif dan strategis yang mengatur pengelolaan sumber daya, standar layanan, tata kelola, serta mekanisme pengendalian kinerja. Literatur manajemen strategis menegaskan bahwa kebijakan puncak berperan sebagai instrumen utama untuk menyelaraskan tujuan jangka panjang dengan praktik manajerial dan operasional (Hitt, Ireland, & Hoskisson, 2020).

Dalam industri perhotelan, kebijakan manajemen tingkat tertinggi yang ditetapkan GM meliputi kebijakan layanan dan kualitas, kebijakan sumber daya manusia strategis, kebijakan keuangan dan pengendalian biaya, serta kebijakan risiko dan kepatuhan. Kebijakan tersebut menjadi acuan bagi Head of Department dalam menyusun prosedur operasional dan rencana kerja departemental. Penelitian oleh Guillet dan Kim (2023) menunjukkan bahwa kejelasan dan konsistensi kebijakan di tingkat puncak berkontribusi signifikan terhadap koordinasi lintas departemen dan stabilitas kinerja hotel berbintang. Tanpa kebijakan yang tegas, organisasi berisiko mengalami fragmentasi keputusan dan inkonsistensi layanan.

GM bertanggung jawab memastikan bahwa kebijakan manajemen tingkat tertinggi bersifat strategis, adaptif, dan berbasis bukti. Kebijakan yang kaku dan tidak responsif terhadap perubahan lingkungan dapat menghambat daya saing hotel. Assaf dan Tsionas (2022) menegaskan bahwa kapabilitas manajerial pimpinan puncak tercermin dalam kemampuan merancang kebijakan yang menyeimbangkan efisiensi, kualitas layanan, dan keberlanjutan. Oleh karena itu, GM harus secara berkala meninjau dan menyesuaikan kebijakan agar tetap relevan dengan dinamika pasar, regulasi, dan ekspektasi tamu.

Selain fungsi strategis, kebijakan tingkat tertinggi juga memiliki dimensi tata kelola dan etika. Prinsip good corporate governance menuntut pimpinan eksekutif tertinggi menetapkan kebijakan yang menjamin transparansi, akuntabilitas, dan integritas organisasi. OECD (2015; 2023) menekankan bahwa kebijakan puncak merupakan alat utama bagi pimpinan dalam mengendalikan risiko, mencegah konflik kepentingan, dan melindungi kepentingan pemangku kepentingan. Dalam konteks hotel berbintang, kebijakan etika, kepatuhan, dan pengendalian internal menjadi krusial untuk menjaga reputasi dan kepercayaan pasar.

Lebih lanjut, kebijakan manajemen tingkat tertinggi yang ditetapkan GM membentuk budaya organisasi dan pola pengambilan keputusan di seluruh level manajemen. Riset Prayag et al. (2023) menunjukkan bahwa organisasi pariwisata dengan kebijakan puncak yang jelas dan konsisten lebih resilien dalam menghadapi ketidakpastian dan krisis. Dengan demikian, menetapkan kebijakan manajemen tingkat tertinggi merupakan fungsi kepemimpinan GM yang menentukan arah perilaku organisasi, kualitas tata kelola, serta keberlanjutan kinerja hotel dalam jangka panjang.

=======-

THE GM: Establishing Top-Level Management Policies

Establishing top-level management policies is a strategic responsibility of the Hotel General Manager (GM), serving to translate the organization’s vision, mission, and strategic direction into formal guidelines that govern all organizational activities. These top-level policies encompass normative and strategic decisions that regulate resource management, service standards, corporate governance, and performance control mechanisms. Strategic management literature emphasizes that executive-level policies function as a primary instrument for aligning long-term objectives with managerial and operational practices (Hitt, Ireland, & Hoskisson, 2020).

Within the hospitality industry, top-level management policies established by the GM include service and quality policies, strategic human resource policies, financial and cost-control policies, as well as risk management and compliance policies. These policies provide a framework for Heads of Department in developing operational procedures and departmental work plans. Research by Guillet and Kim (2023) demonstrates that the clarity and consistency of executive-level policies contribute significantly to cross-departmental coordination and the stability of performance in upscale hotels. In the absence of clear policies, organizations face the risk of fragmented decision-making and inconsistent service delivery.

The GM is responsible for ensuring that top-level management policies are strategic, adaptive, and evidence-based. Policies that are rigid and unresponsive to environmental changes may undermine a hotel’s competitiveness. Assaf and Tsionas (2022) argue that the managerial capability of senior executives is reflected in their ability to formulate policies that balance operational efficiency, service quality, and sustainability. Consequently, the GM must periodically review and revise policies to ensure their continued relevance to market dynamics, regulatory developments, and evolving guest expectations.

Beyond their strategic function, top-level policies also possess important governance and ethical dimensions. The principles of good corporate governance require executive leadership to establish policies that promote transparency, accountability, and organizational integrity. The OECD (2015; 2023) emphasizes that executive policies are essential instruments for controlling risks, preventing conflicts of interest, and safeguarding stakeholder interests. In the context of upscale hotels, policies related to ethics, compliance, and internal control are critical for maintaining organizational reputation and market trust.

Furthermore, top-level management policies established by the GM shape organizational culture and influence decision-making patterns across all management levels. Research by Prayag et al. (2023) indicates that tourism organizations with clear and consistent executive policies demonstrate greater resilience in responding to uncertainty and crises. Therefore, establishing top-level management policies represents a fundamental leadership function of the GM, determining organizational behavior, governance quality, and the long-term sustainability of hotel performance.