Tang atau Teng? Penyanyi WOI yang Membuat Reuni SSEAYP Berubah Jadi Konser Dadakan
Dalam setiap reuni SSEAYP selalu ada peserta yang terkenal karena kepemimpinan, ada yang terkenal karena kelucuannya, dan ada yang terkenal karena suaranya. Untuk kategori terakhir, juaranya sudah jelas: Tang dari Malaysia, yang lebih sering dipanggil Teng karena suaranya sangat mirip dengan legenda lagu Mandarin, Teresa Teng.
Pada reuni di Bali ini, semua peserta sedang mengikuti permainan sederhana sambil memegang balon warna-warni. Suasana awalnya santai dan tenang. Namun ketenangan itu tidak berlangsung lama.
Seseorang tiba-tiba berkata, “Teng, nyanyi satu lagu dong!”
Seperti biasa, permintaan itu langsung disambut tepuk tangan.
Tang tersenyum dan berkata, “Saya belum mulai menyanyi, kalian sudah tepuk tangan. Kalau nanti fals bagaimana?”
Seorang teman menjawab cepat, “Tidak mungkin fals. Teresa Teng saja mungkin belajar dari Teng SSEAYP!”
Ruangan langsung pecah oleh gelak tawa.
Beberapa menit kemudian, Teng mulai menyanyikan lagu WOI favoritnya. Mendadak suasana reuni berubah seperti konser nostalgia Mandarin. Bahkan ada peserta yang memejamkan mata sambil menghayati lagu, padahal tidak mengerti satu kata pun liriknya.
Setelah lagu selesai, tepuk tangan bergemuruh.
Seorang teman berkomentar, “Sekarang saya mengerti kenapa namanya Teng, bukan Tang.”
“Kenapa?” tanya yang lain.
“Karena kalau Tang bernyanyi, semua orang tenang.”
Malam itu semua sepakat bahwa balon boleh kempis, acara boleh selesai, tetapi suara emas Teng akan selalu menjadi bagian dari kenangan SSEAYP yang tidak pernah pudar.
=======-
Tang or Teng? The WOI Singer Who Turned an SSEAYP Reunion into an Instant Concert
Every SSEAYP reunion has its celebrities. Some are famous for leadership, some for their sense of humor, and some for their talents. In the last category, there is one undisputed champion: Tang from Malaysia, better known as Teng because her voice sounds remarkably like the legendary Mandarin singer Teresa Teng.
At this Bali reunion, everyone was participating in a simple game while holding colorful balloons. The atmosphere was relaxed and cheerful.
Then someone suddenly shouted, “Teng, sing us a song!”
The room immediately burst into applause.
Tang smiled and replied, “I haven’t even started singing yet. What if I sing off-key?”
A friend quickly answered, “Impossible. Teresa Teng probably learned from SSEAYP’s Teng!”
Everyone laughed.
A few moments later, Teng began singing one of her favorite WOI songs. Instantly, the reunion transformed into a Mandarin nostalgia concert. Some participants even closed their eyes and enjoyed the performance, despite not understanding a single word of the lyrics.
When the song ended, the room erupted with applause.
One friend commented, “Now I understand why we call her Teng, not Tang.”
“Why?” someone asked.
“Because whenever Tang sings, everyone becomes calm and happy.”
That evening, everyone agreed that balloons may deflate and reunions may end, but Teng’s golden voice will forever remain one of the most treasured memories of the SSEAYP family.
Berita Terkait
THE BUDGETING – Kesalahan Fatal dalam Budgeting dan Dampaknya terhadap Kinerja Hotel Dalam praktik manajemen hotel, penyusunan anggaran (budgeting) merupakan salah satu instrumen strategis yang berfungsi mengarahkan organisasi menuju pencapaian tujuan keuangan dan operasional. Namun demikian, banyak organisasi gagal memperoleh manfaat optimal dari budgeting karena melakukan berbagai kesalahan mendasar dalam proses perencanaan, implementasi, dan pengendaliannya. Kesalahan-kesalahan tersebut dapat mengurangi efektivitas budget sebagai alat manajemen dan berdampak negatif terhadap kinerja perusahaan. Salah satu kesalahan yang paling sering terjadi adalah menjadikan budget hanya sebagai formalitas administratif untuk memenuhi kebutuhan pelaporan atau persyaratan organisasi. Dalam kondisi ini, budget disusun setiap tahun tetapi tidak digunakan secara aktif sebagai dasar pengambilan keputusan. Akibatnya, berbagai keputusan strategis dan operasional dilakukan tanpa mempertimbangkan target serta asumsi yang telah ditetapkan dalam anggaran. Kesalahan lainnya adalah terlalu berfokus pada pengendalian biaya (cost control) tanpa memperhatikan penciptaan nilai (value creation). Pendekatan yang hanya berorientasi pada pengurangan biaya dapat menghambat inovasi, menurunkan kualitas layanan, serta mengurangi kemampuan hotel dalam menciptakan pengalaman tamu yang unggul. Selain itu, kegagalan melibatkan departemen terkait dalam proses budgeting sering kali menyebabkan rendahnya komitmen terhadap pencapaian target yang telah ditetapkan. Budget juga akan kehilangan relevansinya apabila tidak diperbarui secara berkala sesuai dengan perubahan kondisi bisnis. Lingkungan bisnis yang dinamis menuntut organisasi untuk melakukan evaluasi dan penyesuaian anggaran secara berkelanjutan agar tetap selaras dengan kondisi pasar dan kebutuhan operasional. Bagi seorang General Manager, kesalahan terbesar dalam budgeting bukanlah membuat anggaran yang kurang sempurna, melainkan menyusun budget yang baik tetapi tidak digunakan dalam pengelolaan bisnis sehari-hari. Oleh karena itu, budget harus menjadi alat manajemen yang hidup, digunakan secara aktif dalam pengambilan keputusan, evaluasi kinerja, serta pengendalian organisasi untuk mencapai tujuan jangka panjang secara efektif dan berkelanjutan. ======== Fatal Budgeting Mistakes and Their Impact on Hotel Performance In hotel management practice, budgeting serves as a strategic instrument that guides organizations toward achieving their financial and operational objectives. However, many organizations fail to realize the full benefits of budgeting because of fundamental mistakes in the planning, implementation, and control processes. These mistakes reduce the effectiveness of budgeting as a management tool and can negatively affect overall organizational performance. One of the most common mistakes is treating the budget merely as an administrative formality designed to satisfy reporting requirements or organizational procedures. In such situations, budgets are prepared annually but are not actively used as a basis for decision-making. Consequently, strategic and operational decisions are often made without considering the targets and assumptions established within the budget. Another significant mistake is focusing excessively on cost control while neglecting value creation. A budgeting approach that concentrates solely on reducing expenses may hinder innovation, lower service quality, and weaken the hotel’s ability to create superior guest experiences. Furthermore, failing to involve operational departments in the budgeting process often results in low commitment and limited ownership of financial targets across the organization. Budgets also lose their effectiveness when they are not updated regularly to reflect changing business conditions. In a dynamic business environment, organizations must continuously review and adjust financial projections to ensure alignment with market developments and operational realities. For a General Manager, the greatest budgeting failure is not creating an imperfect budget, but rather developing a well-prepared budget that is never utilized in daily business management. Therefore, budgeting should function as a living management tool that actively supports decision-making, performance evaluation, and organizational control. When used effectively, budgeting becomes a strategic mechanism that helps hotels achieve sustainable growth, operational excellence, and long-term profitability.