Solid E: E untuk Enerjik, Elegan, dan… Entah Kapan Capeknya!
Kalau Solid D terkenal karena kegaduhannya, maka Solid E terkenal karena satu hal yang membuat peserta lain sedikit minder: mereka terlihat seperti tidak bertambah tua! Saat Reuni SSEAYP 1989 di Bali tahun 2015, kelompok ini hadir dengan senyum lebar, energi melimpah, dan semangat yang seolah masih tersimpan utuh sejak tahun 1989.
Dari Indonesia hadir sang tuan rumah, Agung, sosok yang sejak dulu dikenal sebagai penari Bali kelas utama, bukan penari kaleng-kaleng yang hanya bisa bergerak saat musik dangdut diputar. Agung adalah penari Bali sejati yang gerakannya begitu anggun dan presisi hingga banyak teman SSEAYP bercanda bahwa bahkan nyamuk pun akan berhenti terbang untuk menonton penampilannya. Hebatnya lagi, hingga sekarang ia masih aktif tampil menarikan tarian Bali di berbagai kesempatan.
Konon, saat reuni berlangsung, beberapa anggota Solid E sempat meminta Agung mengajarkan sedikit gerakan tari Bali. Awalnya semua terlihat percaya diri. Namun setelah lima menit latihan, hasilnya sangat beragam. Ada yang tangannya bergerak ke kiri sementara matanya ke kanan. Ada yang berhasil menggerakkan jari dengan indah tetapi kehilangan keseimbangan. Bahkan ada yang mengaku otot wajahnya pegal karena ternyata ekspresi mata dalam tari Bali jauh lebih sulit daripada menghafal laporan kantor.
Meski demikian, suasana justru semakin meriah. Gelak tawa terdengar di mana-mana, sementara Agung dengan sabar mencoba menjelaskan bahwa menari Bali membutuhkan latihan bertahun-tahun, bukan lima menit setelah makan siang.
Solid E membuktikan bahwa persahabatan terbaik adalah ketika teman-teman bisa tertawa bersama, belajar hal baru bersama, dan tetap saling mendukung setelah lebih dari dua puluh lima tahun. E memang berarti Excellent, Energetic, dan tentu saja Extraordinary Friendship.
========
Solid E: E for Energetic, Elegant, and Apparently Never Tired!
If Solid D was famous for being loud, then Solid E was famous for something equally impressive: they seemed completely unaffected by the passing of time. During the SSEAYP 1989 Reunion in Bali in 2015, they arrived with bright smiles, endless energy, and the same cheerful spirit they had shared decades earlier.
Representing Indonesia was their gracious host, Agung, a genuine Balinese dancer of exceptional skill. He was certainly not an amateur performer. Since his youth, Agung had mastered the art of traditional Balinese dance, and even today he continues to perform regularly. His movements are so graceful and precise that friends often joke that even mosquitoes would stop flying just to watch him dance.
According to reunion legend, several members of Solid E asked Agung to teach them a few Balinese dance moves. Everyone began the lesson with great confidence. Five minutes later, confidence had completely disappeared. One participant managed to move her hands beautifully but forgot where her feet were supposed to go. Another successfully followed the eye movements but accidentally twisted in the wrong direction. Someone else complained that smiling, moving fingers, and controlling eye expressions at the same time should qualify as an Olympic sport.
The room quickly filled with laughter. Meanwhile, Agung patiently explained that Balinese dance requires years of dedication, not a quick lesson between lunch and afternoon coffee.
What made the moment unforgettable was not the dancing itself, but the joy of learning and laughing together. More than twenty-five years after SSEAYP 1989, Solid E remained connected by friendship, shared memories, and endless good humor.
The letter E truly stood for Excellent, Energetic, Entertaining, and Extraordinary Friendship. Even after all those years, they still knew exactly how to make each other smile.










