ROAD TO SUFI
Seorang sufi mengajarkan bahwa ilmu itu adalah sesuatu yang bermanfaat, bukan sesuatu yang dihafalkan. Sedangkan kesehatan adalah mahkota diatas kepala orang sehat, tapi hanya orang sakit saja yang bisa melihatnya. Inilah yang kita sebut sebagai dilema duniawi.
Lebih dalam lagi, Beliau berpesan:
Semua orang itu mati, kecuali yang berilmu.
Semua yang berilmu terlelap, kecuali yang beramal.
Semua yang beramal tertipu, kecuali yang ikhlas.
Dan semua yang ikhlas, selalu dalam keadaan khawatir.
Beginilah jalan pemikiran para sufi. Sungguh, untuk memahami kalimatnya saja, kita harus duduk, termenung dan nyruput kopi.
Kita berusaha memahami apa yang Beliau sampaikan itu agar bermanfaat bagi kehidupan. Belum sampai pada pemahaman tersebut, Beliau menambahkannya dengan kata kunci nan indah: “Carilah pemahaman sebelum Anda memimpin. Sebab, ketika Anda sudah memimpin, tidak ada cara lain untuk cari pemahaman.”
Master piece seperti inilah yang menghantarkan Beliau untuk menjadi seorang ilmuwan nan sufi. Karyanya dikenang, dipelajari dan diamalkan orang sejagat dengan tag line Mazhab Syafi’i. Inilah rujukan bagi orang yang ingin berjalan pada koridor pemikiran Beliau. Saya menyebutnya dengan bahasa Milenial: Road to Sufi.
TIM










