REMI RESMI ISBN TERBIT DARI PERPUSNAS, BUKU EKOWISATA TAMBAK GRACILARIA DEDIKASIKAN UNTUK ALMARHUM KEPALA DINAS PERIKANAN MUHISAL
Oleh Dirk Sandarupa
Kabupaten Maros kembali menorehkan langkah penting dalam pengembangan literasi, ekowisata, dan ekonomi biru melalui terbitnya buku berjudul “Pengembangan Ekowisata Tambak Berbasis Gracilaria sebagai Biofilter dalam Mendukung Ekonomi Biru dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir di Kabupaten Maros.” Buku ini kini resmi memperoleh e-ISBN dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dengan nomor 978-634-7645-27-2 (PDF).
Buku tersebut ditulis oleh Muhisal, S.Pi., MP., Hj Andy Yanti, S.Pi., Ratna Sari, S.Pi., M.Si., serta Dr. Dirk Sandarupa, M.Hum., MCE sebagai bentuk kontribusi ilmiah dan sosial terhadap pengembangan wilayah pesisir berbasis keberlanjutan.
Karya ini secara khusus dipersembahkan untuk Almarhum Muhisal, S.Pi., MP, sosok yang dikenal sebagai mantan Kepala Dinas Perikanan yang memiliki dedikasi besar terhadap pemberdayaan masyarakat pesisir, pengembangan tambak berkelanjutan, serta kemajuan sektor perikanan di Kabupaten Maros. Semangat, pemikiran, dan perjuangan beliau menjadi inspirasi utama dalam penyusunan buku tersebut.
Selain itu, Hj Andy Yanti, S.Pi., sebagai istri dari almarhum, menyampaikan harapan besarnya agar buku ini dapat melanjutkan visi dan cita-cita almarhum dalam membangun masyarakat pesisir yang mandiri, inovatif, dan berkelanjutan. Ia berharap buku ini tidak hanya menjadi karya ilmiah, tetapi juga menjadi warisan pemikiran yang dapat menginspirasi generasi muda, akademisi, pemerintah, dan masyarakat untuk terus menjaga kelestarian lingkungan pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui konsep ekonomi biru.
Dalam pandangan para penulis, pengembangan ekowisata tambak berbasis Gracilaria bukan hanya sekadar aktivitas ekonomi, tetapi juga bagian dari strategi menjaga keseimbangan lingkungan pesisir. Gracilaria dinilai mampu berfungsi sebagai biofilter alami yang membantu menjaga kualitas air tambak sekaligus membuka peluang wisata edukatif dan ekonomi kreatif bagi masyarakat.
Ratna Sari, S.Pi., M.Si., menyampaikan bahwa potensi rumput laut di kawasan pesisir Maros sangat besar apabila dikembangkan dengan pendekatan inovatif dan berkelanjutan. Menurutnya, masyarakat pesisir perlu didorong untuk melihat tambak tidak hanya sebagai ruang produksi, tetapi juga sebagai ruang edukasi dan wisata berbasis lingkungan.
Sementara itu, Dr. Dirk Sandarupa, M.Hum., MCE menambahkan bahwa konsep ekonomi biru harus mampu menyentuh aspek budaya, literasi, dan pemberdayaan masyarakat lokal. Ia menilai ekowisata tambak dapat menjadi identitas baru pariwisata pesisir Sulawesi Selatan yang memadukan edukasi, konservasi, dan kesejahteraan masyarakat.
Penulis lainnya juga menekankan bahwa pendekatan kolaboratif antara akademisi, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pengembangan kawasan pesisir berbasis keberlanjutan.
Penerbit CV. Cahaya Bintang Cemerlang turut memberikan dukungan penuh terhadap penerbitan buku ini sebagai bagian dari penguatan literasi lokal dan publikasi karya ilmiah daerah. Pihak penerbit menyampaikan bahwa buku tersebut diharapkan menjadi referensi akademik, sumber inspirasi kebijakan, sekaligus motivasi bagi generasi muda untuk terus mengembangkan potensi pesisir Indonesia secara kreatif dan berkelanjutan.
Dengan terbitnya ISBN resmi dari Perpusnas, buku ini diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan, ekowisata, serta pemberdayaan masyarakat pesisir menuju masa depan ekonomi biru yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
=======-
OFFICIAL ISBN RELEASED BY THE NATIONAL LIBRARY, ECO-TOURISM BOOK DEDICATED TO THE LATE HEAD OF THE FISHERIES OFFICE, MUHISAL
by Dirk Sandarupa
Maros Regency has once again marked an important milestone in literacy development, eco-tourism, and the blue economy through the publication of the book entitled “Development of Gracilaria-Based Pond Ecotourism as a Biofilter in Supporting the Blue Economy and Empowering Coastal Communities in Maros Regency.” The book has officially received an e-ISBN from the National Library of the Republic of Indonesia with the number 978-634-7645-27-2 (PDF).
The book was written by Muhisal, S.Pi., MP., Hj Andy Yanti, S.Pi., Ratna Sari, S.Pi., M.Si., and Dr. Dirk Sandarupa, M.Hum., MCE as a scientific and social contribution to the sustainable development of coastal areas.
This work is especially dedicated to the late Muhisal, S.Pi., MP, a respected former Head of the Fisheries Office who devoted much of his life to empowering coastal communities, promoting sustainable aquaculture, and advancing the fisheries sector in Maros Regency. His vision and dedication became the main inspiration behind the writing of this book.
In addition, Hj Andy Yanti, S.Pi., as the wife of the late Muhisal, expressed her deep hopes that this book would continue her husband’s vision and become a meaningful legacy for coastal communities, younger generations, and future researchers. She believes that the values of sustainability, environmental care, and community empowerment championed by her late husband should continue to inspire future development programs in coastal and fisheries sectors.
The authors emphasize that the development of Gracilaria-based pond ecotourism is not merely an economic activity, but also part of a broader strategy to maintain environmental balance in coastal ecosystems. Gracilaria is considered a natural biofilter capable of improving pond water quality while simultaneously creating opportunities for educational tourism and creative economic activities for local communities.
Ratna Sari, S.Pi., M.Si. explained that the seaweed potential in the coastal areas of Maros is enormous when developed through innovative and sustainable approaches. According to her, coastal communities should begin to see ponds not only as production areas but also as spaces for environmental education and ecotourism.
Meanwhile, Dr. Dirk Sandarupa, M.Hum., MCE stated that the concept of the blue economy must also embrace cultural values, literacy, and community empowerment. He believes that pond ecotourism can become a new identity for South Sulawesi’s coastal tourism by integrating education, conservation, and community welfare.
The other authors also highlighted that collaboration among academics, government institutions, business sectors, and local communities is the key to successfully developing sustainable coastal areas.
The publisher, CV. Cahaya Bintang Cemerlang, fully supports the publication of this book as part of strengthening local literacy and promoting regional scientific publications. The publisher hopes that the book will serve as an academic reference, a source of policy inspiration, and a motivation for younger generations to continue developing Indonesia’s coastal potential creatively and sustainably.
With the official ISBN issued by the National Library, this publication is expected to become a meaningful contribution to the advancement of knowledge, eco-tourism, and coastal community empowerment toward a more inclusive and sustainable blue economy future.










