REBEL FOOD
“Pak, kemarin posting ttg Rebel Foods. Seandainya tahun depan masuk ke Indonesia. Apa yang harus saya lakukan sebagai pemilik warung kecil yg sekarang sdh dikenal lewat Gojek dan Grab?”
Mas, Anda boleh bertukar informasi menu dan harga melalui medsos, Go Foods dan Grab Foods. Tapi rejeki Anda tidak bakal tertukar. Ini rumusan Illahi. Paten!
Kalau toh mereka benar-benar masuk dan menjual di Indonesia dengan kualitas makanan lebih bagus, rasa lebih enak, kemasan lebih menggemaskan dan harga lebih murah, ya, saya menganggap bahwa kita sudah benar-benar dalam kondisi PENJAJAHAN 5,0. Genap sudah penderitaan kita: ekonomi, tehnologi, budaya, kesehatan dan perutpun diserang oleh negera lain atas nama globalisasi. Parahnya, kita terlena oleh kenikmatan penjajahan 5,0 ini. Bahkan, para ekonom dan birokrat mencari justifikasi kebenaran bahwa inilah realita kehidupan yang harus kita hadapi.
Saya memilih sikap berseberangan dengan mereka. Saya bukan siapa-siapa. Tidak ada saya, tdk ngaruh sama sekali. Tapi, kalau saya, Anda dan kalian semua bersatu untuk bergerak maju bersama, ceitanya akan lain.
Mereka kapitalis, kita nasionalis.
Mereka bergeliat, kita cuma lihat.
Mereka ngebacot, kita boycott.
Mereka jual, kita tidak beli.
Simpel, kan?
TIM










