Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira
Berita  

Proyeksi Urutan Negara ASEAN Berdasarkan Jumlah Kunjungan Wisatawan Asing (2025)

From the Executive

Proyeksi Urutan Negara ASEAN Berdasarkan Jumlah Kunjungan Wisatawan Asing (2025)

Distribusi kunjungan wisatawan mancanegara di kawasan ASEAN pada tahun 2025 menunjukkan pola hierarkis yang konsisten dengan teori destination competitiveness dan gravity model of tourism. Thailand menempati posisi tertinggi sebagai destinasi paling banyak dikunjungi wisatawan asing di ASEAN, didukung oleh diversifikasi produk pariwisata, jaringan penerbangan internasional yang luas, serta kebijakan visa yang adaptif pascapandemi (UN Tourism, 2024). Malaysia berada pada posisi kedua, mencerminkan keberhasilan strategi regional mobility dan liberalisasi visa yang meningkatkan arus kunjungan lintas batas, khususnya dari negara-negara Asia Timur dan Asia Selatan (Kementerian Pariwisata Malaysia, 2025).

Vietnam dan Singapura menempati lapisan menengah-atas dalam struktur kunjungan ASEAN. Vietnam menunjukkan pertumbuhan pesat berkat kombinasi harga kompetitif, peningkatan konektivitas udara, dan pemulihan pasar Tiongkok (UN Tourism, 2024). Singapura, meskipun memiliki keterbatasan geografis, mempertahankan volume tinggi melalui perannya sebagai global aviation hub dan pusat bisnis regional.

Indonesia berada pada kelompok menengah, dengan pemulihan yang kuat namun masih terkendala oleh konsentrasi destinasi dan disparitas konektivitas antarwilayah (BPS, 2024). Negara-negara ASEAN lainnya—Kamboja, Filipina, Laos, Myanmar, dan Brunei Darussalam—menunjukkan volume kunjungan lebih kecil, yang secara akademis dapat dijelaskan oleh keterbatasan infrastruktur, kapasitas penerbangan, serta skala promosi internasional yang lebih sempit (IATA, 2025).

Berdasarkan data parsial yang tersedia terkait kunjungan wisatawan internasional ke negara-negara ASEAN selama 2025, negara-negara di bawah ini diperkirakan menempati urutan berdasarkan volume kunjungan asing terbesar (indikator: jutaan kunjungan, sebagian periode awal/pertengahan 2025):

  1. Thailand
    Thailand tetap diperkirakan sebagai negara ASEAN dengan kunjungan wisatawan asing terbesar di 2025. Meskipun laporan menyatakan adanya penurunan terhadap tujuh bulan pertama 2025 dibandingkan 2024, Thailand masih mencatat angka kunjungan asing yang sangat tinggi, mencapai sekitar 20,2 juta pengunjung pada periode tersebut, menunjukkan kedalaman pasar inbound yang kuat dibanding negara lain di ASEAN.
  2. Malaysia
    Malaysia mengalami lonjakan inbound tourism dengan lebih dari 16,9 juta kunjungan asing dalam beberapa bulan pertama 2025, melampaui Thailand pada awal periode tersebut dalam beberapa metrik statistik regional, yang mencerminkan efektifitas kebijakan visa dan promosi.
  3. Vietnam
    Vietnam menunjukkan performa kuat dengan lebih dari 12,2 juta kunjungan asing pada beberapa laporan statistik 2025, mendekati peringkat atas di kawasan dan menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dibanding periode sebelumnya, sebagian didorong oleh pasar wisatawan China.
  4. Singapura
    Singapura diperkirakan menerima antara 9,8 juta hingga 18,5 juta pengunjung pada 2025, dengan data awal menunjukkan tren pertumbuhan yang kuat setelah pandemi. Variasi proyeksi ini mempertegas posisi Singapura sebagai destinasi utama dengan keterhubungan global tinggi.
  5. Indonesia (indikator domestik ASEAN)
    Indonesia mencatat lebih dari 7,05 juta kunjungan internasional hingga pertengahan 2025, menunjukkan pemulihan permintaan inbound meskipun masih berada di bawah beberapa negara ASEAN teratas.
  6. Kamboja & Laos (sekitar 2–3 juta–an)
    Laporan statistik regional juga menunjukkan kontribusi inbound dari negara-negara seperti Kamboja dengan sekitar 3,36 juta pengunjung asing dan Laos sekitar 2,3 juta pada periode yang sama, meskipun nilainya lebih kecil daripada lima besar teratas.
  7. Filipina & Sisanya (diproyeksikan lebih rendah)
    Data rinci tidak tersedia secara publikas, tetapi berdasarkan tren historis dan ukuran pasar inbound yang lebih kecil dibanding lima besar di atas, negara seperti Filipina dan Brunei diproyeksikan menempati posisi lebih rendah dalam hal kunjungan asing absolut pada 2025.

Penjelasan Akademis

Urutan proyeksi di atas disusun berdasarkan indikator jumlah kunjungan asing yang tersedia untuk sebagian besar negara ASEAN sepanjang 2025, yang menunjukkan dinamika pasar wisata regional, termasuk recovery trajectory pascapandemi, kebijakan visa, keterhubungan udara, dan branding destinasi.

  1. Thailand tetap dominan di ASEAN karena pasar wisatawan historis yang besar serta keberagaman destinasi (beach, budaya, kota), meskipun mengalami penurunan relatif dalam beberapa periode. Kekuatan jaringan penerbangan dan infrastruktur pariwisatanya masih merupakan basis struktural utama.
  2. Malaysia menunjukkan lonjakan kuat didorong oleh kebijakan visa dan promosi pariwisata serta marketing mix yang efektif, yang berhasil menarik volume inbound yang kompetitif, bahkan menyaingi Thailand dalam beberapa metrik awal 2025.
  3. Vietnam berada pada posisi keempat di kawasan secara umum karena pertumbuhan inbound yang signifikan, termasuk dari pasar China dan regional, mengindikasikan strategi diversifikasi pasar yang efektif.
  4. Singapura memiliki posisi unik dengan jaringan transportasi global yang kuat, menarik kunjungan frekuensi tinggi dari seluruh penjuru, sekaligus menjadi hub transit utama yang berkontribusi terhadap angka inbound secara keseluruhan.
  5. Indonesia menunjukkan pemulihan yang kuat, tetapi angka absolut kunjungan asingnya masih berada di bawah Malaysia, Vietnam, dan Singapura untuk periode yang tersedia, meskipun mendekati negara-negara ASEAN besar.

Analisis ini mendukung pemahaman bahwa konektivitas penerbangan, kebijakan visa, pengalaman destinasi, dan strategi pemasaran nasional merupakan faktor penentu utama dalam peringkat kunjungan wisatawan asing antar negara ASEAN, sebagaimana diprediksi dalam literatur pariwisata internasional yang menekankan mekanisme gravity model dan destination competitiveness dalam mobilitas wisata global.

Catatan metodologis:
Karena statistik lengkap resmi ASEAN 2025 belum dirilis terpusat (seperti melalui ASEANstats dashboard yang masih menyediakan data dasar), urutan ini adalah proyeksi analitis berdasarkan data parsial terbaru yang tersedia dari rilis masing-masing negara dan media terpercaya. Saran untuk publikasi ilmiah adalah melengkapi dengan dataset komprehensif dari portal statistik ASEAN (ASEANstats) atau database UN Tourism ketika tersedia.

JS BUDI – dari berbagai sumber

 

=======—-

Projection of the Ranking of ASEAN Countries Based on the Number of International Tourist Arrivals (2025)

The distribution of international tourist arrivals across the ASEAN region in 2025 exhibits a hierarchical pattern that is consistent with theories of destination competitiveness and the gravity model of tourism. Thailand occupies the top position as the most visited destination by international tourists in ASEAN, supported by diversified tourism products, an extensive international flight network, and adaptive post-pandemic visa policies (UN Tourism, 2024). Malaysia ranks second, reflecting the success of its regional mobility strategy and visa liberalization policies, which have increased cross-border travel flows, particularly from East Asian and South Asian markets (Ministry of Tourism Malaysia, 2025).

Vietnam and Singapore occupy the upper-middle tier within ASEAN’s tourism structure. Vietnam demonstrates rapid growth driven by a combination of competitive pricing, improved air connectivity, and the recovery of the Chinese market (UN Tourism, 2024). Singapore, despite its geographical limitations, maintains high visitor volumes through its role as a global aviation hub and a regional business center.

Indonesia is positioned in the middle tier, experiencing a strong recovery but still constrained by destination concentration and disparities in interregional connectivity (BPS, 2024). Other ASEAN countries—Cambodia, the Philippines, Laos, Myanmar, and Brunei Darussalam—record smaller visitor volumes, which can be academically explained by limitations in infrastructure, flight capacity, and the relatively narrower scale of international promotion (IATA, 2025).

Based on partial data available on international tourist arrivals to ASEAN countries during 2025, the following countries are estimated to rank according to the largest volumes of foreign arrivals (indicator: millions of visits, based on partial early-to-mid-2025 data):

  1. Thailand
    Thailand is projected to remain the ASEAN country with the highest number of international tourist arrivals in 2025. Although reports indicate a decline during the first seven months of 2025 compared to 2024, Thailand still recorded approximately 20.2 million foreign visitors during that period, demonstrating the depth and resilience of its inbound tourism market relative to other ASEAN countries.
  2. Malaysia
    Malaysia experienced a surge in inbound tourism, with more than 16.9 million international arrivals in the early months of 2025. In several regional statistical indicators, Malaysia even surpassed Thailand during the initial period, reflecting the effectiveness of its visa policies and tourism promotion strategies.
  3. Vietnam
    Vietnam showed strong performance with over 12.2 million international arrivals reported in several 2025 statistical releases, placing it among the top destinations in the region and indicating significant growth compared to previous periods, partly driven by the recovery of the Chinese outbound market.
  4. Singapore
    Singapore is projected to receive between 9.8 million and 18.5 million visitors in 2025, with early data indicating a robust post-pandemic growth trend. This wide projection range underscores Singapore’s position as a major destination with high global connectivity.
  5. Indonesia (ASEAN domestic indicator)
    Indonesia recorded more than 7.05 million international arrivals by mid-2025, reflecting a recovery in inbound demand, although still remaining below several leading ASEAN destinations.
  6. Cambodia and Laos (approximately 2–3 million range)
    Regional statistics also indicate inbound contributions from countries such as Cambodia, with approximately 3.36 million international visitors, and Laos with around 2.3 million during the same period, although these figures remain smaller than those of the top five destinations.
  7. The Philippines and Others (projected lower)
    Detailed public data are not fully available; however, based on historical trends and smaller inbound market sizes relative to the top five, countries such as the Philippines and Brunei Darussalam are projected to occupy lower positions in terms of absolute international arrivals in 2025.

Academic Explanation

The above projected ranking is constructed based on available indicators of international tourist arrivals for most ASEAN countries throughout 2025, reflecting regional tourism market dynamics, including post-pandemic recovery trajectories, visa policies, air connectivity, and destination branding.

  1. Thailand remains dominant in ASEAN due to its historically large tourism market and diversified destination offerings (beach, cultural, and urban tourism), despite experiencing relative declines in certain periods. The strength of its aviation network and tourism infrastructure continues to serve as a key structural foundation.
  2. Malaysia demonstrates strong growth driven by visa policies, tourism promotion, and an effective marketing mix, successfully attracting competitive inbound volumes and, in some early-2025 metrics, rivaling Thailand.
  3. Vietnam occupies a strong position in the region due to significant inbound growth, including from China and regional markets, indicating an effective market diversification strategy.
  4. Singapore holds a unique position with its strong global transport network, attracting high-frequency visits from across the world while also functioning as a major transit hub that contributes to overall inbound figures.
  5. Indonesia shows robust recovery; however, its absolute international arrival numbers remain below those of Malaysia, Vietnam, and Singapore during the available period, although they are approaching those of other major ASEAN destinations.

This analysis supports the conclusion that air connectivity, visa policies, destination experience, and national marketing strategies are the primary determinants of international tourist arrival rankings among ASEAN countries, as predicted in international tourism literature emphasizing the gravity model and destination competitiveness as key mechanisms in global tourism mobility.

Methodological Note

As comprehensive and centralized official ASEAN tourism statistics for 2025 have not yet been fully released (for example, the ASEANstats dashboard currently provides only baseline data), this ranking represents an analytical projection based on the most recent partial data available from national releases and reputable media sources. For scientific publication purposes, it is recommended that this analysis be complemented with comprehensive datasets from the ASEAN statistics portal (ASEANstats) or the UN Tourism database once they become available.

JS BUDI – compiled from various sources