PROFILE TODAY: LETTU MARDANI
Persahabatan saya dengan Lettu Mardani itu dimulai sewaktu dia masih berpangkat Sersan di Kodam III/Siliwangi, Kami sering bertemu dan saya pun selalu menyemangati dia, “Mardani, kau ini cocok jadi perwira. Posture tubuh dan semangatmu, keren” Dia cuma senyum, mungkin dalam hati dia mikir: Abangku ini kebanyakan motivasi, kurang kopi.
Suatu hari, datanglah dia ke hotel bersama beberapa anggota lain membawa surat tugas dari Komandannya. Katanya mau belajar layanan prima hotel dan dapur (kitchen) karena mereka akan berangkat tugas ke luar negeri.
Bayangkan 20an anggota tentara yang gagah dari 3 matra (AD, AL, AU) mau belajar cara pegang piring tanpa bunyi “ting!” dan pakai sendok dengan elegan. Saya panggil FB Manager dan Chef untuk mengajari mereka, dari cara senyum ala hotel sampai cara buka tutup chafing dish tanpa kelihatan seperti bongkar-pasang senjata. Mereka serius sekali, seolah salah potong sayur bisa berujung latihan fisik. Dari kejauhan saya perhatikan dia dan beberapa anggota di Restauran tampak kaku sekali. “Senyum, dan jangan posisi istirahat ditempat,” canda saya kepada mereka.
Setelah itu mereka berangkat tugas, pulang, lalu Mardani pamit lagi – kali ini mau sekolah SECAPA AD di Bandung. Di sinilah tragedi kecil terjadi: HP saya rusak, kontak dia hilang, dan kami pun putus kabar seperti sinetron episode 300.
Lucunya, setelah dia lulus jadi perwira, ternyata dia ditugaskan di Jakarta, kantornya cuma sekitar 750 meter dari kantor saya. Dekat sekali, tapi hampir 3 tahun tak pernah berjumpa -mungkin kalah sama macet dan takdir. Baru setelah saya pensiun, saya iseng cari dia ke Kodam III/Siliwangi. Ketemu! Sekarang sudah jadi perwira betulan. Begitu lihat saya, dia langsung tegap dan berkata, “Siap, Abangku. Adikmu sudah jadi Perwira sekarang. Terima kasih telah mentoring saya.” Saya cuma ketawa sambil mikir, HP boleh rusak, kontak boleh hilang, tapi persahabatan ternyata tetap tersimpan rapi nih.
JSB
Bottom of Form










