PROFILE TODAY: LETJEND (PURN) TONO SURATMAN
Kisah ini terjadi saat pemilihan Ketua KONI Indonesia, ketika Bang Tono Suratman menjadi salah satu tokoh penting yang diperjuangkan. Atas perintah Ketua Umum KONI Jawa Barat, saya ditugaskan sebagai utusan tim aju untuk melakukan negosiasi dukungan suara. Janjian pun dibuat di salah satu ruangan hotel. Saya datang sendiri dengan uniform khas: Jas. Sementara dari pihak Bang Tono, datang lengkap bersama jajarannya. Masalahnya cuma satu: mereka mengira saya manajer hotel. Alhasil, mereka duduk manis di dalam ruangan sambil main HP, menunggu “wakil KONI Jabar” yang katanya belum datang. Sementara saya juga duduk menunggu mereka yang saya kira juga belum datang. Dua kubu sama-sama yakin: “Pasti sebentar lagi muncul.”
Waktu berjalan hampir 30 menitan, negosiasi belum mulai. Akhirnya, saya minta nomor kontak mereka dari Ketua Umum saya. Begitu saya telepon… orang yang berdering HP-nya berdiri tepat di depan saya. Kami saling pandang, lalu saling senyum kaku—momen pencerahan nasional pun terjadi. Negosiasi akhirnya berjalan lancar, tapi kisah ini membuktikan bahwa dalam dunia organisasi, salah kostum sedikit saja bisa bikin sejarah hampir tertunda.
JSB










