PROFESIONAL CENTRIS
“Pak, bagaimana kerangka dasar profesional-centris itu?”
Kalau di Indonesia pijakannya, ya GCG, Good Corpoate Governance. Titik paling tinggi adalah Pemegang Saham / Owner. Kemudian, ada Dewan Komisaris dan Dewan Direksi, serta jajaran manajemen yang dipimpin oleh General Manager. Nilai index prestasi Komisaris dan Direksi masing-masing 35% dari 100%. Sehingga kalau nilai Komisaris dan Direksi saja terpenuhi sempurna, maka perusahaan tersebut sudah mencapai nilai 70% yang merupakan kategori BAIK.
Maslow menggunakan pendekatan teori tingkat kebutuhan manusia, ia menggunakan teori piramida dg ujung piramida yang dikenal sbg SELF ACTUALIZATION.
Saya berpikir dg konsep huruf T terbalik. Titik dari bawah ke atas adalah sbb:
Pintar
Rajin
Beruntung
Ikhlas
Laduni
Titik paling bawah adalah orang pintar. Orang pintar kalah dg orang rajin. Orang rajin, kalah dg orang Beruntung. Orang beruntung, kalah dg orang Ikhlas. Saya menyebut orang ikhlas itu ROAD TO SUFI. Diatasnya lagi, ya, orang ghoib / LADUNI, yaitu orang yg sudah tidak butuh lagi keduniawian.
Bagi saya tidak ada orang bodoh, yang ada orang malas. Posisi Marketing aman ada di ranah ORANG IKHLAS. Karena level paling atas sudah dianggap bukan manusia normal.
Semoga bermanfaat, ya.
Amin.
TIM










