Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira
Berita  

Presiden IHGMA Kunjungi Program Magister Ilmu Komunikasi–Pariwisata Institut STIAMI Jakarta

The GM

Presiden IHGMA Kunjungi Program Magister Ilmu Komunikasi–Pariwisata Institut STIAMI Jakarta

Jakarta — Dr. Arya Pering, Presiden Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA), melakukan kunjungan ke Program Magister Ilmu Komunikasi–Pariwisata Institut STIAMI Jakarta. Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pendidikan tinggi dan industri perhotelan, khususnya dalam membangun sumber daya manusia perhotelan yang memiliki wawasan akademis dan kompetensi profesional.

Dalam kunjungan tersebut, Dr. Arya Pering memberikan masukan strategis mengenai langkah-langkah konkret untuk memberikan kesempatan kepada para staf hotel melanjutkan pendidikan melalui skema pengalaman kerja, kompetensi profesional, serta pembelajaran yang telah diperoleh sebelumnya dapat diakui sebagai bagian dari proses akademik sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pendekatan ini memberikan peluang bagi para pekerja hotel untuk meningkatkan pendidikan ke jenjang sarjana tanpa harus meninggalkan karier profesional mereka.

Pembahasan juga menyoroti peluang bagi para General Manager (GM) hotel untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Magister (S2). General Manager memiliki peran penting dalam memimpin operasional hotel, sumber daya manusia, keuangan, pemasaran, kualitas pelayanan, hingga pengembangan bisnis strategis. Perpaduan antara pengalaman industri yang luas dan pengetahuan akademis diharapkan dapat memperkuat kemampuan para GM dalam mengambil keputusan strategis yang berbasis data, inovasi, pengetahuan, dan prinsip keberlanjutan.

Kunjungan tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi antara asosiasi profesi, industri perhotelan, dan perguruan tinggi dalam membangun ekosistem pendidikan pariwisata yang semakin kuat. Ke depan, kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung jalur pembelajaran yang lebih fleksibel, pengembangan kompetensi, penelitian terapan, serta peningkatan pendidikan bagi para profesional perhotelan.

Pada akhirnya, peningkatan kapasitas akademis para pemimpin hotel diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan pariwisata nasional, sekaligus melahirkan kepemimpinan perhotelan Indonesia yang profesional, berpengetahuan luas, adaptif terhadap perubahan, dan siap menghadapi tantangan industri pariwisata masa depan.

JS Budi.

=======-

IHGMA President Visits the Master’s Program in Communication–Tourism at Institut STIAMI Jakarta

Jakarta — Dr. Arya Pering, President of the Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA), visited the Master’s Program in Communication–Tourism at Institut STIAMI Jakarta. The visit served as an important opportunity to strengthen synergy between higher education and the hospitality industry, particularly in developing hospitality professionals with strong academic knowledge and professional competencies.

During the visit, Dr. Arya Pering provided strategic input on concrete steps to create opportunities for hotel staff to pursue higher education through the Recognition of Prior Learning (RPL) scheme. Through this pathway, relevant work experience, professional competencies, and prior learning can be recognized as part of the academic process in accordance with applicable regulations.

This approach provides hotel employees with opportunities to pursue a bachelor’s degree without having to leave their professional careers. It also represents a strategic pathway for connecting practical industry experience with formal academic learning.

The discussion also highlighted opportunities for hotel General Managers (GMs) to pursue Master’s degree (S2) education. General Managers play an important role in leading hotel operations, human resources, finance, marketing, service quality, and strategic business development. The combination of extensive industry experience and academic knowledge is expected to strengthen GMs’ ability to make strategic decisions based on data, innovation, knowledge, and sustainability principles.

The visit emphasized the importance of collaboration among professional associations, the hospitality industry, and higher education institutions in building a stronger tourism education ecosystem. In the future, this collaboration is expected to support more flexible learning pathways, competency development, applied research, and advanced education for hospitality professionals.

Ultimately, strengthening the academic capacity of hotel leaders is expected to make a meaningful contribution to national tourism development, while fostering Indonesian hospitality leadership that is professional, knowledgeable, adaptable to change, and prepared to face the challenges of the future tourism industry.

JS Budi