PERLUKAH KOMISARIS DALAM STRUKTUR HOTEL BINTANG 5?
Hotel bintang 5 umumnya beroperasi dengan nilai aset dan risiko tinggi, sehingga tata kelola menjadi krusial. Menurut Pedoman Tata Kelola Perusahaan – OJK (2021), komisaris berfungsi sebagai pengawas direksi dan penjaga kepentingan pemegang saham.
Studi Deloitte – Hospitality Governance Report (2022) menunjukkan bahwa hotel mewah memiliki risiko reputasi, hukum, dan finansial lebih tinggi dibanding hotel kelas menengah. Oleh karena itu, komisaris independen diperlukan untuk memastikan akuntabilitas dan transparansi.
Namun, pada hotel bintang 5 yang dimiliki individu tunggal, fungsi komisaris sering kali menjadi formalitas jika tidak memiliki independensi nyata. Tanpa kewenangan pengawasan yang jelas, posisi komisaris kehilangan makna strategis.
PHRI (2023) menegaskan bahwa komisaris idealnya diisi oleh figur berpengalaman di bidang hospitality, keuangan, atau hukum, bukan sekadar relasi pemilik.
Kesimpulannya, keberadaan komisaris pada hotel bintang 5 seharusnya ditentukan oleh kompleksitas kepemilikan dan tata kelola, bukan hanya oleh status bintang.
TIM
======-
IS A BOARD OF COMMISSIONERS NECESSARY IN FIVE-STAR HOTEL STRUCTURES?
Five-star hotels typically operate with high asset values and elevated risk exposure, making corporate governance particularly important. According to the Corporate Governance Guidelines issued by the Indonesian Financial Services Authority (OJK, 2021), commissioners are responsible for supervising directors and safeguarding shareholder interests.
The Deloitte Hospitality Governance Report (2022) highlights that luxury hotels face greater reputational, legal, and financial risks compared to mid-scale properties, thereby reinforcing the need for independent oversight to ensure accountability and transparency.
However, in five-star hotels owned by a single individual, the commissioner role may become symbolic if independence is not genuinely upheld. Without clear supervisory authority, the position loses strategic relevance.
PHRI (2023) emphasizes that commissioners should ideally possess expertise in hospitality, finance, or law, rather than serving merely as owner affiliates.
In conclusion, the necessity of commissioners in five-star hotels should be determined by ownership complexity and governance needs, rather than star classification alone.
THE TEAM
Berita Terkait
THE BUDGETING – Kesalahan Fatal dalam Budgeting dan Dampaknya terhadap Kinerja Hotel Dalam praktik manajemen hotel, penyusunan anggaran (budgeting) merupakan salah satu instrumen strategis yang berfungsi mengarahkan organisasi menuju pencapaian tujuan keuangan dan operasional. Namun demikian, banyak organisasi gagal memperoleh manfaat optimal dari budgeting karena melakukan berbagai kesalahan mendasar dalam proses perencanaan, implementasi, dan pengendaliannya. Kesalahan-kesalahan tersebut dapat mengurangi efektivitas budget sebagai alat manajemen dan berdampak negatif terhadap kinerja perusahaan. Salah satu kesalahan yang paling sering terjadi adalah menjadikan budget hanya sebagai formalitas administratif untuk memenuhi kebutuhan pelaporan atau persyaratan organisasi. Dalam kondisi ini, budget disusun setiap tahun tetapi tidak digunakan secara aktif sebagai dasar pengambilan keputusan. Akibatnya, berbagai keputusan strategis dan operasional dilakukan tanpa mempertimbangkan target serta asumsi yang telah ditetapkan dalam anggaran. Kesalahan lainnya adalah terlalu berfokus pada pengendalian biaya (cost control) tanpa memperhatikan penciptaan nilai (value creation). Pendekatan yang hanya berorientasi pada pengurangan biaya dapat menghambat inovasi, menurunkan kualitas layanan, serta mengurangi kemampuan hotel dalam menciptakan pengalaman tamu yang unggul. Selain itu, kegagalan melibatkan departemen terkait dalam proses budgeting sering kali menyebabkan rendahnya komitmen terhadap pencapaian target yang telah ditetapkan. Budget juga akan kehilangan relevansinya apabila tidak diperbarui secara berkala sesuai dengan perubahan kondisi bisnis. Lingkungan bisnis yang dinamis menuntut organisasi untuk melakukan evaluasi dan penyesuaian anggaran secara berkelanjutan agar tetap selaras dengan kondisi pasar dan kebutuhan operasional. Bagi seorang General Manager, kesalahan terbesar dalam budgeting bukanlah membuat anggaran yang kurang sempurna, melainkan menyusun budget yang baik tetapi tidak digunakan dalam pengelolaan bisnis sehari-hari. Oleh karena itu, budget harus menjadi alat manajemen yang hidup, digunakan secara aktif dalam pengambilan keputusan, evaluasi kinerja, serta pengendalian organisasi untuk mencapai tujuan jangka panjang secara efektif dan berkelanjutan. ======== Fatal Budgeting Mistakes and Their Impact on Hotel Performance In hotel management practice, budgeting serves as a strategic instrument that guides organizations toward achieving their financial and operational objectives. However, many organizations fail to realize the full benefits of budgeting because of fundamental mistakes in the planning, implementation, and control processes. These mistakes reduce the effectiveness of budgeting as a management tool and can negatively affect overall organizational performance. One of the most common mistakes is treating the budget merely as an administrative formality designed to satisfy reporting requirements or organizational procedures. In such situations, budgets are prepared annually but are not actively used as a basis for decision-making. Consequently, strategic and operational decisions are often made without considering the targets and assumptions established within the budget. Another significant mistake is focusing excessively on cost control while neglecting value creation. A budgeting approach that concentrates solely on reducing expenses may hinder innovation, lower service quality, and weaken the hotel’s ability to create superior guest experiences. Furthermore, failing to involve operational departments in the budgeting process often results in low commitment and limited ownership of financial targets across the organization. Budgets also lose their effectiveness when they are not updated regularly to reflect changing business conditions. In a dynamic business environment, organizations must continuously review and adjust financial projections to ensure alignment with market developments and operational realities. For a General Manager, the greatest budgeting failure is not creating an imperfect budget, but rather developing a well-prepared budget that is never utilized in daily business management. Therefore, budgeting should function as a living management tool that actively supports decision-making, performance evaluation, and organizational control. When used effectively, budgeting becomes a strategic mechanism that helps hotels achieve sustainable growth, operational excellence, and long-term profitability.