Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira
Berita  

Peran Generasi Muda dalam Membangun Pariwisata Digital: Penikmat atau Penggerak?

Program Pendidikan

Peran Generasi Muda dalam Membangun Pariwisata Digital: Penikmat atau Penggerak?

Oleh Dr. Dirk Sandarupa

 

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, generasi muda kini menjadi aktor penting dalam transformasi industri pariwisata. Kehadiran platform digital dan media sosial telah mengubah cara wisata dipromosikan dan dikonsumsi. Generasi seperti Gen Z tidak lagi sekadar menjadi wisatawan, tetapi juga berpotensi menjadi penggerak utama dalam membangun ekosistem pariwisata digital.

Fenomena ini terlihat dari maraknya konten perjalanan di berbagai platform media sosial. Destinasi yang sebelumnya kurang dikenal dapat menjadi viral hanya melalui satu video atau unggahan kreatif. Generasi muda dengan kemampuan digital yang adaptif mampu menciptakan narasi visual yang menarik, sehingga berkontribusi besar dalam membentuk citra suatu destinasi.

Namun demikian, tantangan juga muncul. Tidak semua konten yang dibuat memiliki nilai edukatif atau memperhatikan keberlanjutan. Banyak destinasi yang justru mengalami overtourism akibat viralitas tanpa perencanaan yang matang. Hal ini menunjukkan bahwa peran generasi muda masih berada di persimpangan: antara menjadi sekadar penikmat tren atau benar-benar menjadi agen perubahan.

Di sisi lain, peluang besar terbuka bagi generasi muda untuk terlibat lebih jauh dalam industri ini. Mereka dapat mengambil peran sebagai digital marketer, pengelola destinasi berbasis teknologi, hingga penggerak wisata berbasis komunitas. Dengan dukungan pelatihan dan pendidikan yang tepat, generasi muda dapat menjadi kekuatan utama dalam menciptakan pariwisata yang inovatif dan berkelanjutan.

Selain itu, penting bagi generasi muda untuk tidak melupakan nilai lokal di tengah arus globalisasi digital. Identitas budaya, kearifan lokal, dan cerita-cerita tradisional justru menjadi daya tarik yang tidak dapat digantikan oleh teknologi. Perpaduan antara kreativitas digital dan nilai lokal inilah yang akan menjadi kunci keberhasilan pariwisata di masa depan.

Dengan demikian, generasi muda memiliki posisi strategis dalam menentukan arah pariwisata digital. Mereka bukan hanya pengguna teknologi, tetapi juga pencipta tren dan inovasi. “Generasi muda harus melampaui peran sebagai penikmat dan mulai mengambil posisi sebagai penggerak. Pariwisata digital membutuhkan kreativitas, tetapi juga tanggung jawab terhadap budaya dan keberlanjutan,” tutup Dr. Dirk Sandarupa, M. Hum., MCE.

 

========-

The Role of Young Generation in Building Digital Tourism: Consumers or Drivers?

By Dr Dirk Sandarupa

 

Amid the rapid advancement of technology, the younger generation has become a key actor in the transformation of the tourism industry. The rise of digital platforms and social media has reshaped how tourism is promoted and experienced. Generation Z, in particular, is no longer merely a group of travelers, but also holds the potential to become the main driver in developing a digital tourism ecosystem.

This phenomenon is evident in the growing number of travel-related content across social media platforms. Destinations that were once relatively unknown can quickly gain popularity through a single viral post or video. With their adaptability to digital tools, young people are capable of crafting compelling visual narratives, significantly contributing to the image and branding of a destination.

However, challenges also arise. Not all content created carries educational value or considers sustainability. Many destinations face overtourism due to sudden viral exposure without proper planning. This indicates that the role of the younger generation is still at a crossroads: between being passive consumers of trends or becoming active agents of change.

On the other hand, significant opportunities are available for young people to engage more deeply in the industry. They can take on roles as digital marketers, tech-based destination managers, and community-driven tourism initiators. With proper education and training, the younger generation can become a powerful force in creating innovative and sustainable tourism.

Moreover, it is essential for young people to preserve local values amidst the wave of digital globalization. Cultural identity, local wisdom, and traditional narratives remain unique attractions that cannot be replaced by technology. The integration of digital creativity with local values will be the key to future tourism success.

Thus, the younger generation holds a strategic position in shaping the future of digital tourism. They are not only users of technology but also creators of trends and innovation. “The younger generation must move beyond being mere consumers and begin to take on the role of drivers. Digital tourism requires creativity, but also responsibility toward culture and sustainability,” concluded Dr. Dirk Sandarupa, M. Hum., MCE.