NUSANTARA: Sang Ikan yang Menjaga Pangandaran
Di sebuah bundaran yang menghadap jalan utama Pangandaran, berdiri megah patung ikan layar yang seolah melompat dari gulungan ombak. Bagi wisatawan, patung itu mungkin hanya sebuah ikon kota. Namun bagi masyarakat setempat, patung tersebut menyimpan makna yang jauh lebih dalam.
Konon, setiap pagi saat matahari mulai terbit dari ufuk timur, ikan layar itu menjadi simbol semangat para nelayan yang berlayar mencari rezeki di Samudra Hindia. Ombak besar dan cuaca yang tak menentu bukanlah penghalang, karena laut telah menjadi bagian dari kehidupan mereka selama turun-temurun.
Suatu ketika, seorang anak kecil bertanya kepada ayahnya, “Mengapa ikan itu selalu menghadap ke langit?” Sang ayah tersenyum dan menjawab, “Karena ia mengajarkan kita untuk selalu memiliki harapan yang tinggi, meskipun hidup kadang seperti ombak yang naik turun.”
Sejak saat itu, anak tersebut selalu memandang patung ikan layar setiap kali melewatinya. Baginya, patung itu bukan sekadar hiasan kota, melainkan pengingat bahwa keberanian, kerja keras, dan harapan adalah kunci menghadapi masa depan.
Kini, patung ikan layar Pangandaran tidak hanya menjadi penanda wilayah pesisir yang indah, tetapi juga lambang semangat masyarakat yang terus bergerak maju, sebagaimana ikan layar yang menembus ombak menuju lautan luas.
=======-
The Sailfish Guardian of Pangandaran
At a roundabout along the main road of Pangandaran stands a magnificent sailfish statue, appearing as if it is leaping from the crashing waves. To visitors, it may simply look like a city landmark. However, to the local community, it represents something far more meaningful.
Legend says that every morning, as the sun rises over the horizon, the sailfish symbolizes the determination of local fishermen who venture into the vast Indian Ocean in search of a livelihood. Strong waves and unpredictable weather never discourage them, for the sea has been an inseparable part of their lives for generations.
One day, a young boy asked his father, “Why does the fish always point toward the sky?” His father smiled and replied, “Because it teaches us to keep our hopes high, even when life rises and falls like the ocean waves.”
From that moment on, the boy looked at the sailfish statue differently each time he passed by. To him, it was no longer just a decoration but a reminder that courage, perseverance, and hope are essential for overcoming life’s challenges.
Today, the Pangandaran sailfish statue stands not only as a symbol of the region’s coastal beauty but also as a tribute to the resilient spirit of its people—always moving forward, just like the sailfish that boldly cuts through the waves toward the open sea.
Berita Terkait
THE BUDGETING – Kesalahan Fatal dalam Budgeting dan Dampaknya terhadap Kinerja Hotel Dalam praktik manajemen hotel, penyusunan anggaran (budgeting) merupakan salah satu instrumen strategis yang berfungsi mengarahkan organisasi menuju pencapaian tujuan keuangan dan operasional. Namun demikian, banyak organisasi gagal memperoleh manfaat optimal dari budgeting karena melakukan berbagai kesalahan mendasar dalam proses perencanaan, implementasi, dan pengendaliannya. Kesalahan-kesalahan tersebut dapat mengurangi efektivitas budget sebagai alat manajemen dan berdampak negatif terhadap kinerja perusahaan. Salah satu kesalahan yang paling sering terjadi adalah menjadikan budget hanya sebagai formalitas administratif untuk memenuhi kebutuhan pelaporan atau persyaratan organisasi. Dalam kondisi ini, budget disusun setiap tahun tetapi tidak digunakan secara aktif sebagai dasar pengambilan keputusan. Akibatnya, berbagai keputusan strategis dan operasional dilakukan tanpa mempertimbangkan target serta asumsi yang telah ditetapkan dalam anggaran. Kesalahan lainnya adalah terlalu berfokus pada pengendalian biaya (cost control) tanpa memperhatikan penciptaan nilai (value creation). Pendekatan yang hanya berorientasi pada pengurangan biaya dapat menghambat inovasi, menurunkan kualitas layanan, serta mengurangi kemampuan hotel dalam menciptakan pengalaman tamu yang unggul. Selain itu, kegagalan melibatkan departemen terkait dalam proses budgeting sering kali menyebabkan rendahnya komitmen terhadap pencapaian target yang telah ditetapkan. Budget juga akan kehilangan relevansinya apabila tidak diperbarui secara berkala sesuai dengan perubahan kondisi bisnis. Lingkungan bisnis yang dinamis menuntut organisasi untuk melakukan evaluasi dan penyesuaian anggaran secara berkelanjutan agar tetap selaras dengan kondisi pasar dan kebutuhan operasional. Bagi seorang General Manager, kesalahan terbesar dalam budgeting bukanlah membuat anggaran yang kurang sempurna, melainkan menyusun budget yang baik tetapi tidak digunakan dalam pengelolaan bisnis sehari-hari. Oleh karena itu, budget harus menjadi alat manajemen yang hidup, digunakan secara aktif dalam pengambilan keputusan, evaluasi kinerja, serta pengendalian organisasi untuk mencapai tujuan jangka panjang secara efektif dan berkelanjutan. ======== Fatal Budgeting Mistakes and Their Impact on Hotel Performance In hotel management practice, budgeting serves as a strategic instrument that guides organizations toward achieving their financial and operational objectives. However, many organizations fail to realize the full benefits of budgeting because of fundamental mistakes in the planning, implementation, and control processes. These mistakes reduce the effectiveness of budgeting as a management tool and can negatively affect overall organizational performance. One of the most common mistakes is treating the budget merely as an administrative formality designed to satisfy reporting requirements or organizational procedures. In such situations, budgets are prepared annually but are not actively used as a basis for decision-making. Consequently, strategic and operational decisions are often made without considering the targets and assumptions established within the budget. Another significant mistake is focusing excessively on cost control while neglecting value creation. A budgeting approach that concentrates solely on reducing expenses may hinder innovation, lower service quality, and weaken the hotel’s ability to create superior guest experiences. Furthermore, failing to involve operational departments in the budgeting process often results in low commitment and limited ownership of financial targets across the organization. Budgets also lose their effectiveness when they are not updated regularly to reflect changing business conditions. In a dynamic business environment, organizations must continuously review and adjust financial projections to ensure alignment with market developments and operational realities. For a General Manager, the greatest budgeting failure is not creating an imperfect budget, but rather developing a well-prepared budget that is never utilized in daily business management. Therefore, budgeting should function as a living management tool that actively supports decision-making, performance evaluation, and organizational control. When used effectively, budgeting becomes a strategic mechanism that helps hotels achieve sustainable growth, operational excellence, and long-term profitability.