Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira
Berita  

Menjaga Legitimasi dan Otoritas Kepemimpinan GM

The GM

Menjaga Legitimasi dan Otoritas Kepemimpinan GM

Menjaga legitimasi dan otoritas kepemimpinan merupakan tanggung jawab strategis General Manager (GM) Hotel yang menentukan efektivitas pengambilan keputusan, kepatuhan organisasi, dan stabilitas manajerial. Legitimasi kepemimpinan merujuk pada penerimaan formal dan sosial terhadap kewenangan GM oleh owner, manajemen pusat, karyawan, serta pemangku kepentingan eksternal. Literatur kepemimpinan strategis menegaskan bahwa legitimasi pimpinan puncak dibangun melalui konsistensi keputusan, kompetensi manajerial, dan integritas dalam menjalankan mandat organisasi (Hitt, Ireland, & Hoskisson, 2020).

Dalam konteks hotel berbintang, GM memperoleh legitimasi formal melalui penunjukan struktural dan mandat owner, namun legitimasi operasional harus dipelihara melalui kinerja nyata dan kepemimpinan yang kredibel. Guillet dan Kim (2023) menunjukkan bahwa penerimaan karyawan terhadap otoritas pimpinan puncak berkorelasi positif dengan kejelasan arah strategis dan konsistensi kebijakan. Ketika legitimasi kepemimpinan melemah, organisasi berisiko mengalami resistensi internal, penurunan disiplin, dan fragmentasi keputusan, yang pada akhirnya mengganggu kinerja hotel.

Otoritas kepemimpinan GM juga terkait erat dengan kemampuan mengambil keputusan strategis dan menegakkan kebijakan manajemen tingkat tertinggi. Otoritas yang efektif tidak bersumber pada kekuasaan formal semata, melainkan pada kepercayaan dan pengakuan terhadap kapasitas profesional GM. Penelitian Assaf dan Tsionas (2022) menegaskan bahwa kapabilitas manajerial pimpinan puncak meningkatkan kepercayaan internal dan memperkuat otoritas dalam pengambilan keputusan strategis. Dengan demikian, GM harus secara berkelanjutan menunjukkan kompetensi analitis, ketegasan, dan keadilan dalam memimpin organisasi.

Selain aspek internal, legitimasi dan otoritas GM juga dipengaruhi oleh hubungan dengan owner dan manajemen pusat. Keselarasan strategi, transparansi pelaporan, dan akuntabilitas kinerja menjadi faktor utama dalam menjaga kepercayaan pemilik modal. Prinsip good corporate governance menekankan bahwa pimpinan eksekutif tertinggi harus bertindak sesuai mandat dan kepentingan organisasi untuk mempertahankan legitimasi struktural dan moral (OECD, 2015; OECD, 2023). Dalam hotel berbintang, kegagalan menjaga hubungan ini dapat mengurangi otonomi GM dan melemahkan otoritas kepemimpinan.

Lebih lanjut, legitimasi kepemimpinan GM diuji secara nyata pada situasi krisis dan perubahan besar. Riset Prayag et al. (2023) menunjukkan bahwa kepemimpinan puncak yang mampu mengambil keputusan tegas dan komunikatif pada masa krisis memperkuat legitimasi dan kepercayaan organisasi. Respons yang lambat atau tidak konsisten justru dapat mengikis otoritas kepemimpinan dan memperparah dampak krisis.

Dengan demikian, menjaga legitimasi dan otoritas kepemimpinan GM merupakan fungsi strategis yang menopang seluruh peran kepemimpinan lainnya. Legitimasi yang kuat memungkinkan GM menjalankan kewenangan secara efektif, mengoordinasikan organisasi, dan memastikan implementasi strategi berjalan konsisten. Tanpa legitimasi dan otoritas yang terjaga, peran GM sebagai pemimpin tertinggi hotel berbintang akan kehilangan daya kendali dan arah, sehingga mengancam stabilitas dan keberlanjutan organisasi.