Membangun Generasi Berkarakter dengan Metode NLP Bersama Universitas Amikom Purwokerto
Banyumas – Upaya membangun generasi yang berkarakter tidak hanya dilakukan melalui pendidikan formal di sekolah, tetapi juga dimulai dari lingkungan keluarga dan masyarakat. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat (13/8), dosen Universitas Amikom Purwokerto memberikan edukasi kepada para kader PKK Desa Pliken, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, mengenai strategi membangun karakter anak melalui pendekatan NLP.
Kegiatan yang bertempat di Aula Desa Pliken ini diikuti oleh sekitar 20 peserta dan menghadirkan narasumber Dr. Ade Tuti Turistiati, MIRHRM, yang membawakan materi bertema “Membangun Karakter Anak dengan NLP (Neuro-Linguistic Programming)”. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya para kader PKK yang memiliki peran penting dalam mendampingi keluarga dan perkembangan anak di lingkungan desa.
Pelaksanaan kegiatan ini dikoordinasikan oleh mahasiswa peserta Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Universitas Amikom Purwokerto. Para mahasiswa turut berperan dalam mempersiapkan kegiatan, mendukung koordinasi dengan masyarakat, hingga memastikan kegiatan berjalan dengan lancar.
Dalam pemaparannya, Ade menjelaskan bahwa pembentukan karakter anak sangat dipengaruhi oleh pola komunikasi, lingkungan, serta cara orang tua memberikan pemahaman dan respons terhadap perilaku anak. NLP menjadi salah satu pendekatan yang dapat membantu orang tua memahami bagaimana seseorang berpikir, berkomunikasi, dan membangun kebiasaan positif.
“NLP mengajarkan bahwa komunikasi yang tepat dapat membantu membentuk pola pikir dan perilaku positif pada anak. Cara kita berbicara, memberikan apresiasi, serta merespons emosi anak akan memengaruhi perkembangan karakter mereka,” jelas Ade.
Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan dengan beberapa presuposisi NLP yang menjadi prinsip dasar dalam memahami perilaku manusia. Di antaranya, ”sumber daya yang dibutuhkan seseorang untuk membuat sebuah perubahan sudah ada dalam dirinya”, yang menunjukkan bahwa setiap individu memiliki potensi yang dapat dikembangkan melalui lingkungan dan dukungan yang tepat. “Tidak ada kegagalan, hanya umpan balik” mengajarkan bahwa kesalahan dapat menjadi proses pembelajaran untuk memperbaiki diri.
Para kader PKK Desa Pliken menyambut kegiatan ini dengan antusias. Peserta aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai tantangan dalam mendampingi anak, mulai dari membangun komunikasi yang efektif hingga menghadapi perubahan perilaku anak di era digital.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para kader PKK dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat. Pendekatan NLP diharapkan mampu menjadi salah satu alternatif strategi dalam menciptakan pola komunikasi positif yang mendukung tumbuhnya anak-anak dengan karakter yang baik, percaya diri, dan memiliki kemampuan menghadapi tantangan masa depan.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini juga menjadi bukti nyata sinergi antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat dalam menghadirkan manfaat ilmu pengetahuan secara langsung. Universitas Amikom Purwokerto terus mendorong kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan akademik, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.
=======-
Building a Generation of Character Through NLP with Universitas Amikom Purwokerto
Banyumas – Efforts to build a generation with strong character are not limited to formal education in schools, but also begin within families and communities. Through a community service program held on August 13, lecturers from Universitas Amikom Purwokerto provided education to PKK cadres in Pliken Village, Kembaran District, Banyumas Regency, on strategies for building children’s character through an NLP-based approach.
The activity, held at the Pliken Village Hall, was attended by approximately 20 participants and featured Dr. Ade Tuti Turistiati, MIRHRM, as the speaker. She delivered a session entitled “Building Children’s Character through NLP (Neuro-Linguistic Programming).” The program represented one of the university’s contributions to strengthening community capacity, particularly among PKK cadres who play an important role in supporting families and children’s development within the village community.
The activity was coordinated by students participating in the Field Work Program (Kuliah Kerja Lapangan/KKL) of Universitas Amikom Purwokerto. The students contributed to the preparation of the event, coordination with community members, and ensuring that the program ran smoothly.
In her presentation, Ade explained that children’s character development is strongly influenced by communication patterns, the environment, and the way parents provide understanding and respond to children’s behavior. NLP is one approach that can help parents understand how people think, communicate, and develop positive habits.
“NLP teaches us that effective communication can help shape positive mindsets and behaviors in children. The way we speak, give appreciation, and respond to children’s emotions will influence their character development,” Ade explained.
During the session, participants were introduced to several NLP presuppositions, which serve as fundamental principles for understanding human behavior. One of them is the principle that “the resources a person needs to make a change already exist within them,” highlighting that every individual possesses potential that can be developed through an appropriate environment and adequate support. Another principle, “There is no failure, only feedback,” encourages individuals to view mistakes as part of the learning process and an opportunity for self-improvement.
The PKK cadres of Pliken Village welcomed the activity enthusiastically. Participants actively engaged in discussions and shared their experiences regarding the challenges of supporting children, ranging from developing effective communication to dealing with changes in children’s behavior in the digital era.
Through this activity, the PKK cadres are expected to apply the knowledge they gained in their daily lives, both within their families and the wider community. The NLP approach is expected to serve as an alternative strategy for developing positive communication patterns that support children in becoming well-rounded, confident individuals who are better prepared to face future challenges.
This community service activity also demonstrates the tangible synergy between lecturers, students, and the community in delivering the benefits of knowledge directly to society. Universitas Amikom Purwokerto continues to promote initiatives that are not only focused on academic development but also create a positive impact on the wider community.










