Mahasiswa Pariwisata Universitas Hasanuddin Didorong Kuasai Sistem Digital hingga Payment dan Data
Oleh Dr. Dirk Sandarupa
Makassar — Pembelajaran dalam Kelas Pariwisata Digital yang dilaksanakan di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin pada Senin, 6 April 2026 menghadirkan perspektif baru tentang transformasi industri pariwisata di era digital.
Kegiatan ini menghadirkan kolaborasi antara akademisi dan praktisi, yakni Dr. Dirk Sandarupa sebagai dosen dan Rudihartono selaku developer platform Pigitrip.
Dalam sesi tersebut, Rudihartono menekankan bahwa pemahaman mahasiswa tentang pariwisata digital tidak boleh berhenti pada aspek visual semata.
> “Pariwisata digital bukan hanya tentang membuat video atau sekadar mengunggah foto di media sosial. Itu baru tahap awal,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa perkembangan pariwisata digital saat ini sudah bergerak ke arah sistem yang lebih terintegrasi.
> “Pariwisata digital harus masuk ke ranah yang lebih konkret, yaitu sistem booking dan payment. Selain itu, yang tidak kalah penting adalah menciptakan data yang valid. Platform seperti website Pigitrip menjadi contoh bagaimana destinasi bisa terkoneksi dengan wisatawan, mulai dari informasi, data, hingga pembayaran,” jelasnya.
Melalui pemaparan ini, mahasiswa diajak memahami bahwa digitalisasi pariwisata mencakup ekosistem yang utuh, mulai dari branding, promosi, pengelolaan data wisatawan yang valid, hingga sistem pembayaran online.
Sementara itu, Dr. Dirk Sandarupa menambahkan bahwa pariwisata digital harus terus berkembang dengan pendekatan yang kreatif dan adaptif.
> “Pariwisata digital harus berbasis inovatif. Mahasiswa tidak hanya dituntut mampu menggunakan teknologi, tetapi juga menciptakan ide-ide baru yang relevan dengan kebutuhan industri,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa kolaborasi dengan praktisi seperti Pigitrip menjadi bagian penting dalam menjembatani teori dan praktik di lapangan.
Kelas ini menjadi bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi tantangan industri pariwisata modern, di mana kemampuan digital tidak lagi bersifat tambahan, melainkan menjadi kebutuhan utama.
Dengan pendekatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu mempromosikan destinasi, tetapi juga mampu membangun sistem pariwisata digital yang inovatif, berbasis data, dan terintegrasi dengan teknologi pembayaran.
=======-
Tourism Students at Universitas Hasanuddin Encouraged to Master Digital Systems, Payment, and Data
By Dr. Dirk Sandarupa
Makassar — A Digital Tourism Class held at the Faculty of Cultural Sciences, Universitas Hasanuddin on Monday, April 6, 2026, offered fresh insights into the transformation of the tourism industry in the digital era.
The session featured a collaboration between academia and industry, with Dr. Dirk Sandarupa as lecturer and Rudihartono, developer of Pigitrip.
During the session, Rudihartono emphasized that students’ understanding of digital tourism should go beyond visual content.
> “Digital tourism is not only about creating videos or uploading photos on social media. That is just the initial stage,” he stated.
He further explained that digital tourism has evolved into a more integrated system.
> “Digital tourism must move into more concrete areas such as booking and payment systems. Equally important is the creation of valid data. Platforms like Pigitrip demonstrate how destinations can connect with tourists—from information and data management to payment systems,” he explained.
Through this session, students were encouraged to understand that digital tourism encompasses a complete ecosystem, including branding, promotion, valid tourist data management, and online payment systems.
Meanwhile, Dr. Dirk Sandarupa highlighted the importance of innovation in digital tourism development.
> “Digital tourism must be innovation-based. Students are not only expected to use technology but also to create new ideas that are relevant to industry needs,” he said.
He also emphasized that collaboration with practitioners such as Pigitrip plays a crucial role in bridging theory and real-world practice.
This class is part of ongoing efforts to strengthen students’ competencies in facing the challenges of the modern tourism industry, where digital skills are no longer optional but essential.
With this approach, students are expected not only to promote destinations but also to build innovative, data-driven, and payment-integrated digital tourism systems.










