Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira
Berita  

Mahasiswa Pariwisata Unhas Mendalami Kecerdasan Psikologi dalam Pariwisata Bahari

Program Pendidikan

Mahasiswa Pariwisata Unhas Mendalami Kecerdasan Psikologi dalam Pariwisata Bahari

Makassar— Mahasiswa Program Studi Pariwisata Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Hasanuddin (FIB Unhas), mengikuti kegiatan akademik inspiratif bertajuk “Mind of The Ocean: Kecerdasan Psikologi dalam Mengelola Sumber Daya Pariwisata Bahari” pada Kamis, 2 April 2026.

Kegiatan ini menghadirkan Yudha Herlambang, S.Psi., M.M*sebagai narasumber utama yang memberikan perspektif baru dalam pengelolaan pariwisata bahari. Tidak hanya membahas aspek umum seperti infrastruktur, aksesibilitas, dan promosi destinasi, tetapi juga menekankan pentingnya dimensi psikologi manusia dalam mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan.

Dalam pemaparannya, Yudha menjelaskan bahwa selama ini pengembangan pariwisata bahari cenderung berfokus pada aspek fisik dan ekonomi. Padahal, faktor manusia—bagaimana cara berpikir, merasakan, dan bertindak terhadap lingkungan—memegang peranan penting yang sering kali terabaikan.

“Pariwisata bahari bukan hanya soal alam dan ekonomi, tetapi juga tentang pola pikir, emosi, kesadaran, dan perilaku manusia,” ungkapnya.

Ia menguraikan empat aspek psikologis utama yang memengaruhi keberlanjutan pariwisata, yaitu:

* Mindset (pola pikir): rasa tanggung jawab terhadap lingkungan
* Emosi: kepedulian terhadap ekosistem laut
* Kesadaran: pemahaman terhadap dampak aktivitas manusia
* Perilaku: tindakan nyata dalam menjaga atau merusak lingkungan

Menurutnya, perubahan pola pikir masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan pariwisata bahari yang berkelanjutan. Tanpa kesadaran bersama, pembangunan infrastruktur yang maju sekalipun tidak akan mampu menjamin kelestarian lingkungan.

Kegiatan ini juga menghadirkan diskusi interaktif yang dipandu oleh Dr. Dirk Sandarupa, M.Hum., MCE sebagai dosen dan praktisi pariwisata. Mahasiswa diajak untuk merefleksikan peran mereka sebagai generasi muda dalam menjaga ekosistem pesisir dan laut.

Sebagai penutup, disampaikan pesan reflektif bahwa laut tidak merusak dirinya sendiri—manusialah yang menentukan apakah laut akan tetap lestari atau justru mengalami kerusakan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi teknis di bidang pariwisata, tetapi juga kecerdasan emosional dan kesadaran lingkungan sebagai fondasi dalam membangun pariwisata bahari yang berkelanjutan di Indonesia.

 

=======-
Hasanuddin University Tourism Students Explore Psychological Intelligence in Marine Tourism

Makassar — Tourism students from the Faculty of Cultural Sciences, Hasanuddin University (FIB Unhas), participated in an inspiring academic session titled “Mind of The Ocean: Psychological Intelligence in Managing Marine Tourism Resources” on Thursday, April 2, 2026.

The session featured Yudha Herlambang, S.Psi., M.M as the keynote speaker, offering a fresh perspective on marine tourism management. Moving beyond conventional discussions on infrastructure, accessibility, and destination branding, the session emphasized the crucial role of human psychology in achieving sustainable marine tourism.

In his presentation, Yudha highlighted that marine tourism development has long been dominated by physical and economic considerations. However, the human dimension—how people think, feel, and behave toward the environment—remains largely overlooked.

“Marine tourism is not only about nature and economics; it is about human mindset, emotions, awareness, and actions,” he explained.

He outlined four key psychological aspects influencing sustainable tourism practices:

* Mindset: A sense of responsibility toward the environment
* Emotion: Care and empathy for marine ecosystems
* Awareness: Understanding the impact of human activities
* Behavior: Real actions taken to preserve or damage nature

According to him, transforming public mindset is essential in ensuring the sustainability of marine tourism. Without collective awareness, even the most advanced infrastructure cannot guarantee environmental preservation.

The session also encouraged active student participation through interactive discussions guided by Dr. Dirk Sandarupa, M.Hum., MCE , a lecturer and tourism practitioner. Students were invited to reflect on their roles as future agents of change in protecting coastal and marine environments.

The session concluded with a powerful message: the ocean does not destroy itself—humans determine whether it remains sustainable or becomes degraded.

Through this activity, students are expected not only to develop technical competencies in tourism but also to cultivate emotional intelligence and environmental awareness as fundamental pillars for sustainable marine tourism in Indonesia.