Mahasiswa Pariwisata Unhas Antusias Ikuti Kuliah Gastronomi Bersama Chef Hotel Sheraton Makassar
oleh Dirk Sandarupa
Dalam perkembangan industri pariwisata modern, gastronomi kini menjadi salah satu kekuatan penting dalam memperkenalkan identitas budaya suatu daerah kepada dunia. Hal inilah yang diangkat dalam perkuliahan Mata Kuliah Gastronomi yang menghadirkan praktisi perhotelan sekaligus Chef Hotel Sheraton Makassar, Chef Andy Dharmawan, dalam pembahasan bertema “Pedoman Keaslian Pengolahan Makanan Tradisional.” Kegiatan yang dipandu oleh Dr. Dirk Sandarupa ini berlangsung dengan penuh antusias dari mahasiswa Pariwisata Universitas Hasanuddin angkatan 2024 dan 2025 yang aktif mengikuti diskusi mengenai konsep gastronomi, budaya kuliner, hingga inovasi makanan tradisional di era modern.
Dalam sesi berbagi ilmu tersebut, Chef Andy membawa mahasiswa masuk ke dalam pengalaman kulinernya sebagai chef hotel berbintang, mulai dari proses menjaga autentisitas rasa, memahami filosofi makanan tradisional, hingga tantangan memadukan cita rasa antar bangsa tanpa menghilangkan identitas budaya asli. Menurutnya, seorang chef tidak hanya bertugas menyajikan makanan yang lezat, tetapi juga menghadirkan cerita dan pengalaman budaya melalui setiap hidangan. Ia menjelaskan bahwa inovasi dalam kuliner dapat dilakukan dengan sentuhan modern dan internasional selama makna, nilai, dan karakter utama dari makanan tradisional tetap dipertahankan.
Antusiasme mahasiswa terlihat dari berbagai pertanyaan dan diskusi mengenai bagaimana makanan tradisional dapat dikembangkan menjadi bagian dari wisata gastronomi yang mampu bersaing di tingkat internasional. Bagi mahasiswa, pengalaman mendengarkan langsung perjalanan dan praktik kuliner dari Chef Andy menjadi wawasan baru yang memperkaya pemahaman mereka tentang dunia gastronomi profesional.
Sementara itu, Dr. Dirk Sandarupa, M. Hum., MCE menegaskan bahwa menghadirkan praktisi dalam proses pembelajaran merupakan bagian penting dalam memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap dunia industri pariwisata dan gastronomi secara nyata. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori di ruang kelas, tetapi juga perlu belajar langsung dari pengalaman para profesional yang telah terjun di lapangan. “Kehadiran praktisi membuka wawasan mahasiswa tentang bagaimana budaya, kreativitas, pelayanan, dan inovasi dapat berpadu dalam dunia gastronomi modern tanpa meninggalkan akar tradisi,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak memahami bahwa gastronomi bukan sekadar tentang makanan, melainkan tentang identitas budaya, pengalaman wisata, dan bagaimana kuliner lokal dapat menjadi kekuatan besar dalam membangun citra pariwisata Indonesia di tingkat internasional.
Tourism Students of Hasanuddin University Enthusiastically Attend Gastronomy Lecture with Sheraton Makassar Hotel Chef
by Dirk Sandarupa
In the development of the modern tourism industry, gastronomy has become one of the most important elements in introducing the cultural identity of a region to the world. This idea was highlighted in the Gastronomy course which invited hospitality practitioner and Sheraton Makassar Hotel Chef, Chef Andy Dharmawan, to discuss the theme “Guidelines for the Authenticity of Traditional Food Processing.” The session, guided by Dr. Dirk Sandarupa, was attended enthusiastically by Tourism students of Hasanuddin University from the 2024 and 2025 batches, who actively participated in discussions about gastronomy concepts, culinary culture, and innovation in traditional cuisine in the modern era.
During the knowledge-sharing session, Chef Andy brought students into his culinary journey as a professional hotel chef, explaining the process of maintaining authentic flavors, understanding the philosophy behind traditional food, and facing the challenges of combining international culinary influences without losing the original cultural identity. According to him, a chef is not only responsible for serving delicious food, but also for presenting stories and cultural experiences through every dish. He explained that culinary innovation can be developed with modern and international touches as long as the meaning, values, and authentic character of traditional food are preserved.
The students’ enthusiasm could be seen through the interactive discussions and questions regarding how traditional food can be developed into a gastronomic tourism attraction capable of competing internationally. For many students, listening directly to Chef Andy’s experiences and professional culinary practices provided new insights that enriched their understanding of the gastronomy industry.
Meanwhile, Dr. Dirk Sandarupa, M. Hum., MCE emphasized that inviting practitioners into the learning process is an important step in strengthening students’ understanding of the real tourism and gastronomy industries. According to him, students should not only learn theories in the classroom but also gain direct insights from professionals who have real experience in the field. “The presence of practitioners broadens students’ perspectives on how culture, creativity, service, and innovation can be combined in modern gastronomy without losing traditional roots,” he stated.
Through this activity, students were encouraged to understand that gastronomy is not merely about food, but also about cultural identity, tourism experiences, and how local cuisine can become a powerful element in strengthening Indonesia’s tourism image on the international stage.










