Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira
Berita  

Mahasiswa Pariwisata Unhas Angkatan 2024 Belajar Mengembangkan Level Pengelola

Program Pendidikan

Mahasiswa Pariwisata Unhas Angkatan 2024 Belajar Mengembangkan Level Pengelola

oleh Dirk Sandarupa

 

Di era digital saat ini, industri pariwisata tidak lagi hanya berbicara tentang destinasi yang indah, tetapi juga bagaimana pengelolaan, promosi, dan pengembangan wisata dilakukan secara kreatif dan berbasis teknologi. Melihat tantangan tersebut, mahasiswa angkatan 2024 Program Studi S1 Pariwisata Universitas Hasanuddin (Unhas) mulai belajar mengembangkan kemampuan pada level pengelola destinasi melalui kolaborasi bersama platform digital Pigitrip.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar memahami konsep wisata secara teori, tetapi juga terlibat langsung dalam pengembangan destinasi dan produk wisata lokal. Mereka diajak menentukan kelompok kerja, memilih destinasi wisata potensial, melakukan koordinasi dengan pengelola destinasi untuk pembuatan akun Pigitrip, hingga mengembangkan berbagai produk wisata melalui platform digital tersebut. Pendekatan ini menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan mahasiswa menghadapi transformasi industri pariwisata modern yang semakin berbasis digitalisasi dan networking.

Founder Pigitrip, Rudihartono S, menjelaskan bahwa pengembangan pariwisata saat ini membutuhkan kolaborasi nyata antara teknologi digital dan sumber daya manusia yang kreatif. Menurutnya, mahasiswa pariwisata memiliki peran strategis sebagai generasi muda yang mampu menghadirkan inovasi promosi dan pengelolaan wisata berbasis platform digital. Dengan keterlibatan mahasiswa, destinasi wisata lokal diharapkan mampu lebih dikenal luas serta memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, dosen Pariwisata Unhas, Dr. Dirk Sandarupa, menyampaikan bahwa untuk mengembangkan pariwisata tidak dapat dilakukan secara individual, melainkan harus melibatkan berbagai stakeholder seperti pemerintah, masyarakat, dan pengelola destinasi. Menurutnya, mahasiswa perlu memahami bahwa keberhasilan pariwisata bukan hanya tentang teori akademik, tetapi bagaimana membangun komunikasi, kerja sama, serta strategi pengembangan yang berkelanjutan di lapangan.

Pendapat serupa juga disampaikan oleh dosen Pariwisata Unhas, Farhan Reza, yang menilai bahwa mahasiswa pariwisata harus mulai dibiasakan memahami ekosistem industri secara langsung sejak dini. Menurutnya, pembelajaran berbasis praktik dan kolaborasi digital seperti ini dapat melatih kemampuan mahasiswa dalam membaca peluang pasar wisata, memahami kebutuhan wisatawan, sekaligus meningkatkan kreativitas dalam memasarkan destinasi lokal.

Selain itu, Indramayanti Noer juga menyampaikan bahwa pengembangan pariwisata modern memerlukan keseimbangan antara teknologi, budaya lokal, dan keterlibatan masyarakat. Ia menegaskan bahwa mahasiswa harus mampu menjadi jembatan antara potensi lokal dengan kebutuhan industri digital saat ini, sehingga destinasi wisata tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga tetap menjaga identitas budaya dan keberlanjutan masyarakat setempat.

Kolaborasi antara S1 Pariwisata Unhas dan Pigitrip ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran praktis bagi mahasiswa untuk memahami ekosistem pariwisata secara lebih luas, khususnya dalam menghadapi tantangan industri digital masa kini. Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya menjadi peserta belajar, tetapi juga mulai dipersiapkan menjadi calon pengelola dan pengembang destinasi wisata yang inovatif, adaptif, dan mampu membawa potensi wisata lokal menuju pasar global.

 

=======-
Unhas Tourism Students Class of 2024 Learn to Develop at the Management Level

by Dirk Sandarupa

 

In today’s digital era, the tourism industry is no longer only about beautiful destinations, but also about how tourism management, promotion, and development are carried out creatively through technology-based approaches. Responding to these challenges, the 2024 students of the Undergraduate Tourism Study Program at Hasanuddin University (Unhas) are learning to develop their skills at the destination management level through a collaboration with the digital tourism platform Pigitrip.

Through this program, students are not only studying tourism concepts theoretically, but are also directly involved in developing local tourism destinations and products. They are encouraged to form working groups, determine potential tourist destinations, coordinate with destination managers to create Pigitrip accounts, and develop tourism products through the digital platform. This approach has become an important part of preparing students to face the transformation of the modern tourism industry, which is increasingly driven by digitalization and networking.

The founder of Pigitrip, Rudihartono S, explained that tourism development today requires real collaboration between digital technology and creative human resources. According to him, tourism students have a strategic role as a young generation capable of presenting innovative promotion and tourism management through digital platforms. By involving students, local tourist destinations are expected to gain wider recognition and become more competitive at both national and international levels.

Meanwhile, Tourism lecturer at Unhas, Dr. Dirk Sandarupa, stated that tourism development cannot be carried out individually, but must involve various stakeholders such as the government, local communities, and destination managers. According to him, students need to understand that the success of tourism is not only about academic theories, but also about building communication, collaboration, and sustainable development strategies in the field.

A similar opinion was also expressed by Unhas Tourism lecturer, Farhan Reza, who believes that tourism students should become familiar with the tourism industry ecosystem from an early stage. He explained that practice-based learning and digital collaboration like this can train students to identify tourism market opportunities, understand tourist needs, and improve their creativity in promoting local destinations.

In addition, Indramayanti Noer emphasized that modern tourism development requires a balance between technology, local culture, and community involvement. She stated that students must be able to become a bridge between local potential and the demands of today’s digital industry, so that tourism destinations can grow economically while still preserving cultural identity and community sustainability.

This collaboration between the Undergraduate Tourism Program of Unhas and Pigitrip is expected to become a practical learning space for students to understand the tourism ecosystem more comprehensively, especially in facing the challenges of today’s digital tourism industry. Through this approach, students are not only learners, but are also being prepared to become innovative, adaptive, and globally minded tourism destination managers and developers in the future.