KOLONIALISASI 5.0. DI PERHOTELAN
“Pak, apa sih Kolonialisasi 5.0 di perhotelan itu?”
Alkisah, Majapahit memfokuskan ekonomi sebagai pataka utama dalam melakukan ekspansi. Tagline kemakmuran membuat beberapa kerajaan lain secara sukarela menjadi bagian dari Majapahit.
Konsep sangat advance di zamannya, yaitu KOLONIALISME IMUT yang berujung pada penyatuan Nusantara. Generasi Milenial menyebutnya dg KOLONIALISASI 5.0. Maknanya, tdk mengandalkan perangkat keras berupa militer dan otot, melainkan kekuatan ekonomi yang tajir.
Perhatikan, saat ini hotel sudah dipenuhi logo-logo korporasi asing. Mereka hanyalah petualang BRANDING yangg celakanya malah dipuji dinegeri ini.
Haruskah kita teriak:
Amerika, disetrika!
Inggris, dilinggis!
Australi, dipreteli!
Tidak, kita cukup mengedepankan strategi dan capaian yg berlandaskan pada keyakinan dan keikhlasan dalam berbisnis serta menyadarkan anak negeri agar mampu berdikari. Sehingga tidak menjadi penonton di negeri sendiri.
Saat inilah, wahai Milenial. Kalian harus lebih hebat. Ambil perlahan-lahan tapi pasti kendali perhotelan di negeri yang kita cintai ini.
Biarkan generasi kami menjadi akar rumput, tapi kalian harus menjadi pohon trembesi yg kuat. Garuda pun bertengger gagah di dahannya.
Jangan cuma senyum.
Camkan!
Serius ini!
Saya sudah mempersiapkan GM-CLASS dan CEO-CLASS. Lima atau sepuluh tahun mendatang, mungkin saja operator-operator asing itu masih ada di Indonesia, namun para Manager, GM, Direksi dan Komisarisnya adalah peserta didik saya yang selalu cinta NKRI.
TIM










