Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira
Berita  

KAJIAN AKADEMIS: PERTIKAIAN DEPARTEMEN MARKETING & ACCOUNTING

Kajian Akademis

KAJIAN AKADEMIS: PERTIKAIAN DEPARTEMEN MARKETING & ACCOUNTING

Konflik antara Departemen Marketing dan Accounting dalam manajemen hotel merupakan konsekuensi struktural dari perbedaan orientasi strategis dan fungsi organisasi. Marketing berfokus pada penciptaan permintaan, peningkatan okupansi, serta penguatan posisi kompetitif melalui strategi harga, promosi, dan distribusi, yang sejalan dengan konsep diferensiasi dan penetrasi pasar dalam teori keunggulan bersaing (Porter, 1985). Sebaliknya, Accounting menekankan efisiensi biaya, pengendalian anggaran, kepatuhan keuangan, serta keberlanjutan profit dan arus kas, yang mencerminkan pendekatan kepemimpinan biaya. Perbedaan fokus ini menghasilkan tujuan operasional yang tidak selalu selaras dan berpotensi memicu konflik lintas fungsi.

Ketegangan antara kedua departemen sering diperparah oleh perbedaan indikator kinerja dan interpretasi data keuangan. Marketing cenderung menilai kinerja berdasarkan pencapaian pendapatan bruto dan volume penjualan, sementara Accounting mengevaluasi dampak keputusan tersebut terhadap margin, biaya distribusi, dan risiko keuangan. Ketidaksinkronan ini dapat menghasilkan keputusan suboptimal, seperti strategi promosi agresif yang meningkatkan pendapatan jangka pendek namun menekan profitabilitas jangka panjang. Tanpa mekanisme koordinasi yang terstruktur, konflik tersebut berpotensi menurunkan kualitas pengambilan keputusan dan kinerja organisasi secara keseluruhan.

Dalam konteks ini, General Manager (GM) memiliki peran strategis sebagai integrator lintas fungsi yang bertanggung jawab menyelaraskan tujuan departemental dengan sasaran organisasi. Pendekatan Balanced Scorecard memberikan kerangka konseptual yang relevan untuk mengintegrasikan perspektif keuangan, pelanggan, proses internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan (Kaplan & Norton, 1996). Melalui penggunaan indikator kinerja terpadu seperti Net RevPAR dan GOPPAR, GM dapat mendorong keselarasan antara orientasi pertumbuhan pendapatan dan pengendalian profitabilitas, sekaligus mengurangi dominasi kepentingan departemental.

Selain pendekatan strategis tersebut, penerapan prinsip Revenue Management berperan sebagai solusi operasional yang efektif dalam menjembatani konflik Marketing dan Accounting. Revenue Management menekankan pengambilan keputusan harga dan distribusi berbasis analisis permintaan, segmentasi pasar, dan optimalisasi pendapatan bersih (Kimes, 2004). Dengan menjadikan Revenue Management sebagai kerangka analitis bersama, GM dapat mengalihkan konflik dari perdebatan normatif menjadi diskusi berbasis data, sehingga keputusan pemasaran dan pengendalian keuangan dapat saling melengkapi dalam mendukung kinerja hotel yang berkelanjutan.

JS BUDI