Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira
Berita  

JARGON BISNIS

SERIAL HOTELIER

JARGON BISNIS


Kami Putra dan Putri Indonesia,
Mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.

Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.

Kami Putra dan Putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Begitulah isi Sumpah Pemuda. Coba bandingkan dengan propaganda Bangsa Jerman yang diusung oleh Hitler dibawah ini:

“Ein Volk, ein Reich, ein Führer!”
“Satu masyarakat, satu bangsa, satu pemimpin!”

Di era itu, jargon politik sedunia hampir sama dalam mengangkat jiwa nasionalisme. Hitler pun mengangkat jargon politik untuk bangsanya seperti itu.

Sekarang, bandingkan juga jargon politik bangsa Jerman dulu dg bangsa Indonesia saat ini:

“Arbeit, Freiheit und Brot”
“Kerja, Kebebasan dan Roti”
(Jerman dulu)

“Kerja, Kerja, Kerja”
(Indonesia Kemarin)

Dulu, Hitler bukan cuma kerja melulu, ada kebebasan dan roti (kesejahteraan). Kemarin, bangsa Indonesia diajak untuk Kerja, Kerja, Kerja.

Saya melihat, hanya penduduk Indonesia yang ber-DNA ABDI (TNI-POLRI & ASN) dan ber-DNA BABU yang sanggup melaksanakan ajakan tersebut. Karena bagi kami, kebebasan dan kesejahteraan bermakna “kerja”.

Bagi DNA ABDI, ada larangan utk berpolitik. Dan bagi kami, DNA BABU, cuek dengan politik.

TIM