ISBN Resmi Terbit, Ensiklopedia Kuliner Sulawesi Selatan Hadir sebagai Warisan Gastronomi dan Bahasa Daerah
Oleh Dirk Sandarupa
Makassar, 9 Juni 2026 – Kabar membanggakan hadir dari dunia literasi dan kebudayaan Sulawesi Selatan. Buku “Ensiklopedia Kuliner Sulawesi Selatan” kini telah resmi terbit dan memperoleh nomor ISBN 978-634-004413-3, menandai pengakuan resmi atas salah satu karya dokumentasi kuliner daerah yang menghimpun kekayaan gastronomi masyarakat Bugis, Makassar, Toraja, Mandar, dan berbagai komunitas budaya lainnya di Sulawesi Selatan.
Buku ini diterbitkan dalam Bahasa Indonesia oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia melalui Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan. Kehadiran ensiklopedia ini menjadi langkah penting dalam upaya pelestarian bahasa, budaya, dan pengetahuan kuliner lokal yang selama ini diwariskan secara turun-temurun.
Penerbitan buku tersebut melibatkan berbagai pihak yang memberikan kontribusi besar dalam proses penyusunan. Dewi Pridayanti selaku Pelaksana Tugas Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan bertindak sebagai penanggung jawab. Sementara itu, Asis Nojeng, Ketua Himpunan Pelestari Bahasa Daerah Sulawesi Selatan, berperan sebagai pengarah dalam penyusunan karya tersebut.
Tim penyusun terdiri atas Sandra Safitri Hanan, Dirk Sandarupa, Sumarlin Rengko, Muliadi, dan Rama Nur Kurniawan. Proses penyuntingan dilakukan oleh Asmabuasappe, sedangkan penginputan data melibatkan Eka Yuniarsih, Charmilasari, Lia Pertiwi, dan Ramlah Dg. Tonji. Perancangan sampul dikerjakan oleh Arya Erri Purwanto, yang juga bersama Rahmat Raning bertugas sebagai pengatak isi buku.
Menurut Sandra Safitri Hanan dari Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan, ensiklopedia ini tidak hanya mendokumentasikan nama-nama makanan tradisional, tetapi juga merekam pengetahuan budaya yang menyertainya.
“Kuliner adalah bahasa budaya yang hidup. Melalui ensiklopedia ini, kita tidak hanya menyelamatkan nama makanan dan resep tradisional, tetapi juga menyelamatkan kosakata, cerita rakyat, filosofi, serta identitas masyarakat yang melekat pada setiap hidangan. Dokumentasi seperti ini menjadi investasi penting bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Sementara itu, Asis Nojeng menegaskan bahwa pelestarian bahasa daerah tidak dapat dipisahkan dari pelestarian kuliner tradisional.
“Banyak istilah kuliner lokal yang mulai jarang digunakan oleh generasi muda. Ketika makanan hilang, kosakata juga ikut hilang. Karena itu, ensiklopedia ini menjadi salah satu bentuk nyata penyelamatan bahasa daerah melalui pendekatan budaya dan gastronomi,” jelasnya.
Di sisi lain, Dr. Dirk Sandarupa, M.Hum., MCE, dosen Pariwisata Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin sekaligus salah satu penyusun buku, menilai bahwa penerbitan ensiklopedia ini memiliki arti strategis bagi pengembangan gastronomi masa depan di Indonesia.
Menurutnya, tren pariwisata global saat ini menunjukkan bahwa wisatawan tidak lagi hanya mencari destinasi, tetapi juga pengalaman kuliner yang autentik dan berbasis budaya lokal.
“Ensiklopedia Kuliner Sulawesi Selatan dapat menjadi fondasi akademik sekaligus sumber referensi bagi pengembangan gastronomi masa depan. Kuliner tidak hanya dipahami sebagai makanan, tetapi sebagai narasi budaya, identitas masyarakat, ekonomi kreatif, dan daya tarik wisata. Jika dikelola dengan baik, gastronomi Sulawesi Selatan memiliki potensi besar menjadi salah satu kekuatan pariwisata Indonesia di tingkat dunia,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dirk menjelaskan bahwa dokumentasi kuliner daerah juga dapat mendukung penelitian, pengembangan desa wisata, industri kreatif, pendidikan, hingga diplomasi budaya Indonesia di tingkat internasional. Ia berharap buku tersebut menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk melakukan inventarisasi dan dokumentasi kuliner tradisional secara lebih sistematis.
Terbitnya Ensiklopedia Kuliner Sulawesi Selatan dengan ISBN resmi menjadi tonggak penting dalam perjalanan pelestarian budaya daerah. Buku ini tidak hanya menghadirkan daftar makanan tradisional, tetapi juga menjadi arsip pengetahuan yang menghubungkan bahasa, sejarah, tradisi, dan gastronomi dalam satu karya yang dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
Dengan hadirnya ensiklopedia ini, Sulawesi Selatan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat kekayaan gastronomi Nusantara yang memiliki nilai budaya, akademik, dan ekonomi yang sangat besar bagi masa depan Indonesia.
========-
ISBN Officially Released: Encyclopedia of South Sulawesi Culinary Heritage Published as a Milestone for Gastronomy, Language Preservation, and Cultural Documentation
by Dirk Sandarupa
Makassar, June 9, 2026 – A significant achievement has been recorded in the fields of literacy, culture, and gastronomy in South Sulawesi. The book Encyclopedia of South Sulawesi Culinary Heritage has officially been published and assigned the ISBN 978-634-004413-3, marking an important milestone in documenting the rich culinary traditions of the Bugis, Makassar, Toraja, Mandar, and other cultural communities across South Sulawesi.
Published in Indonesian by the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology of the Republic of Indonesia through the South Sulawesi Language Office, the encyclopedia represents a major effort to preserve local culinary knowledge, regional languages, and cultural heritage for future generations.
The publication is the result of collaborative contributions from scholars, language experts, cultural practitioners, and researchers. Dewi Pridayanti served as the person in charge of the project, while Asis Nojeng acted as the principal advisor.
The writing team consisted of Sandra Safitri Hanan, Dr. Dirk Sandarupa, Sumarlin Rengko, Muliadi, and Rama Nur Kurniawan. Editorial work was undertaken by Asmabuasappe, while data entry and documentation involved Eka Yuniarsih, Charmilasari, Lia Pertiwi, and Ramlah Dg. Tonji. The cover was designed by Arya Erri Purwanto, who also worked with Rahmat Raning on the book’s content layout and preparation.
According to Sandra Safitri Hanan of the South Sulawesi Language Office, the encyclopedia goes far beyond cataloging traditional foods. It serves as a repository of cultural knowledge embedded within culinary practices.
> “Cuisine is a living language of culture. Through this encyclopedia, we are not only preserving traditional food names and recipes, but also safeguarding vocabulary, oral traditions, local wisdom, and cultural identities associated with every dish. This documentation is a valuable investment for future generations,” she stated.
Meanwhile, Asis Nojeng emphasized that preserving regional languages cannot be separated from preserving traditional cuisine.
> “Many local culinary terms are gradually disappearing from everyday use among younger generations. When traditional foods vanish, the vocabulary connected to them often disappears as well. This encyclopedia is a concrete effort to preserve regional languages through a cultural and gastronomic approach,” he explained.
From an academic and tourism perspective, Dr. Dirk Sandarupa, a Tourism Lecturer at the Faculty of Cultural Sciences, Hasanuddin University, and one of the book’s contributors, highlighted the strategic significance of the encyclopedia for the future of gastronomy in Indonesia.
He noted that global tourism trends increasingly demonstrate that travelers seek not only destinations but also authentic culinary experiences rooted in local culture.
> “The Encyclopedia of South Sulawesi Culinary Heritage can serve as both an academic foundation and a practical reference for future gastronomic development. Cuisine should not merely be understood as food; it is a cultural narrative, a marker of identity, a component of the creative economy, and a tourism asset. If properly developed, South Sulawesi’s gastronomy has tremendous potential to become one of Indonesia’s leading cultural tourism strengths on the international stage,” he said.
Dr. Dirk further explained that systematic culinary documentation can support research, tourism village development, creative industries, education, and even cultural diplomacy. He expressed hope that the publication would inspire other regions in Indonesia to conduct similar culinary inventories and documentation projects.
The official publication of the Encyclopedia of South Sulawesi Culinary Heritage and the issuance of its ISBN represent a significant milestone in preserving Indonesia’s cultural heritage. More than a collection of traditional foods, the book stands as a comprehensive archive connecting language, history, tradition, and gastronomy within a single scholarly work.
With the release of this encyclopedia, South Sulawesi further strengthens its position as one of Indonesia’s most important gastronomic regions, showcasing cultural richness with substantial academic, social, and economic value for generations to come.










