Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira
Berita  

Helen: Puteri Malaysia yang Tidak Pernah Pensiun dari Kepemudaan

Nippon Maru Corner

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Helen: Puteri Malaysia yang Tidak Pernah Pensiun dari Kepemudaan

Di kalangan SSEAYP 1989, semua orang mengenal Helen. Bukan hanya karena beliau adalah AYL Malaysia, tetapi juga karena reputasinya yang luar biasa sebagai salah satu puteri terbaik Malaysia di tingkat internasional. Sampai hari ini, ketika sebagian teman-temannya sudah sibuk mengurus cucu, Helen masih sibuk mengurus kegiatan Pramuka dan kepemudaan di Negeri Sarawak, yang terkenal sebagai Negara Bagia Kucing.

Dalam foto ini, Helen terlihat memegang buku kenangan reuni dengan senyum khasnya. Namun, para sahabat SSEAYP tahu bahwa buku itu sebenarnya bukan buku biasa.

“Itu agenda kegiatan tahun depan ya, Helen?” tanya seorang teman.

Helen tertawa.

“Bukan. Itu daftar kegiatan minggu depan.”

Semua langsung tertawa terbahak-bahak.

Seorang PY dari Indonesia kemudian berbisik, “Saya curiga Helen tidak punya kalender.”

“Kenapa?”

“Karena semua hari di kalendernya pasti tertulis: Meeting, Youth Camp, Scout Program, Community Service, dan Reuni SSEAYP.”

Tawa kembali pecah.

Julukan lain yang melekat pada Helen adalah The Queen of Solid D. Sampai sekarang tidak ada yang benar-benar tahu bagaimana beliau bisa menghubungi begitu banyak orang dalam waktu singkat.

Konon, jika Helen mengirim satu pesan WhatsApp pukul 08.00 pagi, pukul 08.05 seluruh ASEAN sudah tahu.

Bahkan ada yang bercanda, “Kalau ASEAN butuh sistem komunikasi darurat, cukup serahkan ke Helen.”

Malam itu semua sepakat bahwa ada tiga hal yang tidak pernah berubah sejak 1989: semangat Pramuka, persahabatan SSEAYP, dan Helen yang selalu menjadi pusat energi positif bagi semua orang yang mengenalnya.

=======-

Helen: The Malaysian Princess Who Never Retired from Youth Activities

Among the SSEAYP 1989 family, everyone knows Helen. Not only because she was one of Malaysia’s respected Assistant Youth Leaders (AYL), but also because she earned a reputation as one of Malaysia’s finest international youth representatives. Even today, while many of her friends are busy enjoying retirement, Helen remains actively involved in youth development and scouting programs in Sarawak, famously known as the Land of the Cats.

In this photo, Helen is proudly holding a reunion memory book with her signature smile. But her SSEAYP friends believe that the book is not an ordinary souvenir.

“Is that your schedule for next year?” one friend asked.

Helen laughed.

“No, that’s my schedule for next week.”

The room immediately burst into laughter.

An Indonesian PY then whispered, “I suspect Helen doesn’t own a calendar.”

“Why not?”

“Because every single day on her calendar probably says: Meeting, Youth Camp, Scout Program, Community Service, and SSEAYP Reunion.”

The laughter grew even louder.

Helen is also affectionately known as The Queen of Solid D. To this day, nobody really understands how she manages to connect with so many people so quickly.

Legend says that if Helen sends a WhatsApp message at 8:00 a.m., by 8:05 the entire ASEAN network already knows about it.

One friend joked, “If ASEAN ever needs an emergency communication system, just give the job to Helen.”

That evening everyone agreed that three things have never changed since 1989: the spirit of scouting, the friendship of SSEAYP, and Helen’s endless positive energy that continues to inspire everyone around her.