FRANCHISE TURUN GUNUNG
“Pak, sekarang banyak para Franchise turun ke jalan jualan ketengan. Apakah mereka tdk punya hati? Kami terhimpit, kok tega-teganya mereka cari makan di pasar wong cilik spt kami?”
Dalam situasi ketidakpastian seperti ini, apapun bisa terjadi. Perusahaan raksasa bisa gulung tikar. Sementara, pedagang ketengan malah menggurita. Tidak ada lagi istilah wong cilik. Itu istilah para politikus yang sdh melupakan jargon politiknya sendiri. Catat, yang ada saat ini adalah Anda berada pada posisi penjual, pembeli atau penonton?
Franchise turun ke jalan dikarenakan dua hal: ikut berpartisipasi meringankan beban masyarakat dengan tidak mengambil keuntungan dari bisnisnya, atau memang manajemennya dilanda kepanikan utk melakukan survival dg cara down grade. Tentu, saya tidak pada kapasitas menjelaskan kenapa mereka sampai melakukannya.
Namun, satu hal yg perlu dicamkan kalau rejeki itu tidak akan tertukar, apalagi terambil. Tetaplah berfikir positif bahwa mereka sedang turun ke jalanan dlm rangka mengadakan bazar, turut memecahkan keheningan alam disela-sela kesulitan hidup ini. Justru, kalau perlu, dampingi mereka dengan jualan produk lain. Misal, Anda berjualan pisau, golok, pedang dan clurit di sebelah mereka. Pasti mereka segan terhadap Anda.
TIM










