Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira
Berita  

ESSAY: NUSANTARA, JALAN TENGAH DUNIA ANTARA LOGIKA DAN SIMBOL

Essay Pariwisata

ESSAY: NUSANTARA, JALAN TENGAH DUNIA ANTARA LOGIKA DAN SIMBOL

Dunia berjalan di atas pembelahan yang halus namun mendalam: antara logika dan simbol. Peradaban barat mengagungkan akal sebagai sumber kebenaran mutlak, melahirkan kemajuan sains dan teknologi, namun sekaligus menyisakan kekosongan batin. Di sisi lain, peradaban timur yang menjaga iman melalui simbol-simbol sakral, tetapi ketika simbol menjadi tujuan akhir, makna kehilangan ruhnya dan spiritualitas membeku menjadi formalitas.

Di tengah dua kutub itu, Nusantara tidak memilih ekstrem. Ia tidak menolak akal, namun tidak pula menobatkannya sebagai penguasa. Ia menghormati simbol, tetapi tidak membatasi Tuhan di dalamnya. Jalan Nusantara adalah rasa—kesadaran halus yang menyatukan nalar, tubuh, alam, dan batin. Kebenaran di sini tidak selalu diucapkan, melainkan dijalani dalam keseharian yang selaras dan sederhana.

Karena itu Nusantara kerap tampak diam. Namun diamnya bukan kelemahan, melainkan kedalaman. Kebijaksanaannya tidak bekerja lewat dominasi, melainkan seperti air: mengalir, menyentuh, dan membentuk tanpa melukai. Di saat dunia lelah oleh logika tanpa jiwa dan simbol tanpa penghayatan, Jalan Rasa Nusantara menjadi pengingat akan keseimbangan batin yang terlupakan.

GIO