Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira
Berita  

ESSAY: LAGU TERPESONA

Essay Pariwisata

ESSAY: LAGU TERPESONA

Sebelum masuknya agama Kristen dan Islam, masyarakat suku Sangihe Talaud sudah memiliki tradisi menyanyi. Pada masa itu, masyarakat menganut kepercayaan animisme, sehingga menyanyi digunakan pada saat upacara pemujaan untuk dewa.

Menyanyi pada saat itu dikenal sebagai Sasambo, Kakalanto, Kakumbaeda, Papantung, Tatingung, Mengonong / Mamuna U Wera yang dalam modus non diatonis dilantunkan secara berbalas-balasan dengan syair.

Inilah cikal bakal Masamper yang diambil dari bahasa Belanda “Zangfereeninging /Zangfeer” yaitu paduan suara atau kegiatan menyanyi secara bersama-sama.

Tiap tahun Masamper dimeriahkan untuk kreatifitas warga setempat yang mengarah pada penciptaan sebuah lagu baru. Dan, terciptalah sebuah lagu yang menang dalam kontestasi itu dengan judul “TERPESONA”. Lagu ini diciptakan oleh Semuel Takatelide pada tahun 1995-1996 dan masuk dapur rekaman pada tahun 1998. Namun tidak hit untuk skala nasional.

Pada tahun 2007, ia diminta melatih 3 matra TNI: AD, AL dan AU, karena ada acara yang akan dihadiri Panglima TNI.

Tiba-tiba, lagu ini menjadi viral dalam berbagai syair, aransemen dan tari.

Moral Story.
Untuk menjadi produk booming, dibutuhkan kesabaran dan inovasi baru bagi user.

TIM