ESSAY: HRD ITU ORANG BUANGAN?
“Pak, bener gak sih HRD itu isinya orang “buangan”, kok resek amat hidupnya?”
Sejarahnya, HRD dulu disebut Personalia. Focusing-nya pengendalian kepersonaliaan. Boss-nya disebut PM, Personnel Manager (Personalia Manajer).
Abriviasi PM diplesetkan sebagai Polisi Militer-nya hotel. Celakanya, berbekal tugas pokok sebagai pengendali personil tsb, sering terjadi tindakan intimidasi dan represif sifatnya utk mempertahankan kredibilitas.
Tagline yg muncul adalah LOYALITAS dan KONDITE. Sehingga, kalau Anda dipanggil PM, hanya ada dua hal, yaitu: Anda dinaikkan pangkat karena LOYALITAS tinggi atau Anda bermasalah dg stigma KONDITE Anda jelek.
Karena seringnya mengeluarkan KARTU Kondite kpd pegawai, kecemburuan social menyeruak. Di mata pegawai, Personalia cuma datang, baca koran. Ada masalah, Satpam digerakkan. Gak ada masalah, nguping ke manajer lain cari siapa yg bermasalah. Persis pasukan MARSOSE jaman Penjajahan.
Parahnya, beberapa pegawai vokal atau bermasalah, ditempatkan di Personalia, agar tidak resek di lapangan. Dampaknya, utk menjadi PM saat itu harus bernyali besar.
Satu step berikutnya, konsep Personalia diubah menjadi Human Resources. Sebuah pengakuan: pegawai merupakan sumber daya. Agar hotel punya daya saing hebat.
TIM










