ESSAY: GLOBO COP
Amerika dijuluki Globo Cop. Ia memposisikan dirinya seolah menjadi penguasa bumi. Apapun pergerakan, ia harus tampil di depan.
Sejarah mencatat, Soekarno lah presiden RI yang paling vocal terhadap ulah USA. Go to hell with your aid, begitu protesnya saat itu. Lebih lantang lagi, Abang Jago kita ini menantangnya: Amerika disetrika. Inggris dilinggis!
Sumpah, cool banget.
Di belahan bumi lain, Muammar Khadafi dihabisi karena berniat menggunakan Dinar dan Dirham untuk mata uang regional mereka. Kabarnya, Khadafi memiliki 141 ton emas.
Juga, ada semacam pridiksi bahwa Gus Dur pun dihabisi karena idenya akan menerbitkan Asia Money, yaitu mata uang regional bersama dengan dukungan financial Jepang dan Cina yang disampaikan pada lawatannya di Hongkong.
Singkat kata, pokoknya, kalau ada mata uang tandingan USD, USA pasti bergerak cepat untuk kepentingan nasional mereka. Kebayang, kalau orang sedunia tidak menggunakan USD lagi, inflasi besar-besaran terjadi di USA.
Dan saat ini, USD berhadapan dg Remimbi. Karena itu. Trump kesel banget terhadap Cina. celakanya, kali ini, Trump kalah.
Kebayang, kalau Trump mendengar di Depok ada komunitas yang menggunakan Dinar dan Dirham. Mungkin, orang Depok akan dijothak oleh Trump.










