Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira
Berita  

ESSAY: CR7 VS COCA COLA

ESSAY PARIWISATA

ESSAY: CR7 VS COCA COLA

Suatu ketika, kapten Timnas Portugal Cristiano Ronaldo atau CR7 merayakan gol ke gawang timnas Hongaria di Puskas Arena, Budapest. Tiba–tiba, ia mengejutkan publik di saat konferensi pers dengan menggeser dua botol Coca-Cola sewaktu ia duduk di kursi jumpa media itu.

Kebayang, hanya dengan menggeser botol Coca-Cola dari sudut pandang kamera, berimbas pada turunnya harga saham Coca-Cola hingga USD 4 miliar atau sekitar IDR 57 triliun dalam waktu 30 menit.

Agaknya, terdapat dua alasan kuat yang melatarbelakangi gesture CR7 dalam memindahkan kedua botol tersebut: Idialisme dan patriotisme Sang Mega Bintang itu sendiri.

Pertama, publik tahu bahwa CR7 idialis dalam memperjuangkan pola hidup sehat tanpa minuman soda. Kedua, CR7 adalah pejuang kemanusiaan yang sayang pada anak-anak Palestina. Dalam kesempatan apapun, bila berhadapan dengan sesuatu yang berbau Zionisme, CR7 pasti reaktif. Dan, Coca-Cola, adalah aset / ATM-nya kaum Zionis.

Opini sederhana ini merupakan dampak dari ketidak-detailan tim sales & marketing Coca-Cola yang incharged dalam event tersebut. Harusnya, mereka mampu mengantisipasi acara jumpa pers tersebut bersama tim penyelenggara untuk tidak menyediakan botol Coca-Cola di meja. Namun, cukup dengan memasukkan klausul kontrak dengan wartawan yang meliput: harus menempelkan logo Coca-Cola di layar monitor. Atau, logonya dibikin nampak jelas dan lebih besar dari logo lainnya pada wall of fame / backgroud-nya. Mereka pastinya sudah tahu bagaimana caranya menghadapi CR7 itu.

Moral story
Sunguh, tangan CR7 cukuplah ghoib: menggeser botol Coca-Cola saja bisa merontokan sahamnya USD 4 Milliar. Apalagi membuangnya, ya?

TIM