Purcashing – Seni Berbelanja Agar Hotel Tidak Kehabisan Napas
Purchasing hotel sering dianggap sekadar bagian belanja: pesan barang, cek harga, lalu tanda tangan. Padahal, unit kerja ini adalah penentu apakah operasional hotel berjalan lancar atau tersendat. Saat tamu menikmati handuk bersih, sabun wangi, dan sarapan lengkap, purchasing sudah bekerja jauh hari sebelumnya. Ironisnya, jika semua tersedia dengan baik, purchasing jarang diingat. Namun ketika satu barang habis—dari tissue hingga bahan makanan—nama purchasing langsung disebut dengan nada tidak selalu ramah.
Secara akademis, purchasing merupakan bagian penting dari supply chain management. Penelitian oleh Monczka et al. (2016) dalam Purchasing and Supply Chain Management menjelaskan bahwa pengadaan yang tidak efisien dapat meningkatkan biaya operasional hotel hingga 15–20%. Data Deloitte Hospitality Industry Outlook (2021) menunjukkan bahwa pengendalian biaya pembelian berkontribusi signifikan terhadap stabilitas keuangan hotel, terutama pada periode okupansi fluktuatif. Artinya, belanja yang cerdas lebih penting daripada belanja yang murah.
Di Indonesia, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI, 2022) mencatat bahwa gangguan pasokan menjadi salah satu tantangan utama hotel pascapandemi. Menurut Rina Kurniasih, Purchasing Manager hotel bintang empat di Jakarta (wawancara, 2023), tantangan terbesar purchasing adalah menjaga kualitas tanpa mengorbankan efisiensi. “Harga bisa dinegosiasikan, tetapi reputasi hotel tidak,” ujarnya. Penelitian Cousins et al. (2018) mendukung pandangan ini dengan menekankan pentingnya hubungan jangka panjang dengan pemasok.
Kesimpulannya, purchasing adalah seni menjaga hotel tetap bernapas. Di balik setiap fasilitas yang tersedia, terdapat perhitungan, negosiasi, dan keputusan strategis. Purchasing bukan sekadar soal membeli barang, melainkan menjaga kesinambungan layanan agar tamu tidak pernah tahu bahwa hotel hampir kehabisan segalanya.
TIM
=======-
PURCHASING: THE ART OF BUYING SO HOTELS CAN KEEP BREATHING
Hotel purchasing is often perceived as a simple buying function: placing orders, comparing prices, and signing approvals. In reality, this unit determines whether hotel operations run smoothly or struggle silently. When guests enjoy clean towels, fragrant amenities, and complete breakfasts, purchasing has already done its work long before. Ironically, when everything is available, purchasing is rarely noticed. Yet when one item runs out—from tissues to food supplies—the department is immediately remembered.
Academically, purchasing plays a critical role in supply chain management. Monczka et al. (2016), in Purchasing and Supply Chain Management, explain that inefficient procurement can increase hotel operating costs by 15–20 percent. Data from the Deloitte Hospitality Industry Outlook (2021) shows that effective purchasing cost control significantly contributes to hotel financial stability, particularly during fluctuating occupancy periods. Smart buying, therefore, matters more than cheap buying.
In Indonesia, the Indonesian Hotel and Restaurant Association (PHRI, 2022) identified supply disruption as a major post-pandemic challenge. Rina Kurniasih, Purchasing Manager of a four-star hotel in Jakarta (interview, 2023), stated that the biggest challenge is maintaining quality without sacrificing efficiency. “Prices can be negotiated, but hotel reputation cannot,” she explained. This aligns with Cousins et al. (2018), who emphasize the importance of long-term supplier relationships.
In conclusion, purchasing is the art of keeping a hotel alive. Behind every available facility lies calculation, negotiation, and strategic decision-making. Purchasing is not merely about buying goods, but about sustaining service continuity so guests never realize how close a hotel might be to running out.
THE TEAM










