Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira
Berita  

Enam Bulan Bersama Kostrad: Ketika Karateka Turun Lapangan

Program Pendidikan

Enam Bulan Bersama Kostrad: Ketika Karateka Turun Lapangan

Ada undangan yang ketika datang membuat kita tersenyum. Tetapi ada juga undangan yang membuat kita langsung berpikir, “Wah, ini serius!”

Salah satunya ketika saya mendapat kesempatan menghadiri undangan Kostrad Divif I untuk terlibat dalam program pelatihan pasukan selama enam bulan.

Dalam program tersebut, saya hadir sebagai seorang karateka yang dipercaya untuk membantu komunikasi, koordinasi, serta penyampaian materi pelatihan.

Yang membuat pengalaman ini semakin istimewa, saya berkesempatan bekerja bersama Sawanori-san dari Jepang, yang dikenal sebagai juara dunia lima kali berturut-turut.

Kalau mendengar prestasi seperti itu, sebagai karateka tentu kita langsung memasang sikap hormat.

Dalam hati mungkin berkata:

“Saya datang membawa pengalaman. Beliau datang membawa lima gelar dunia. Jadi, hari ini saya sebaiknya banyak mendengar!”

Sawanori-san: Ketika Teknik Bertemu Disiplin

Bekerja bersama Sawanori-san menjadi pengalaman yang sangat berharga.

Tugas saya bukan sekadar berdiri di samping beliau, tetapi membantu memastikan komunikasi, materi, instruksi, dan proses pelatihan dapat diterima dengan baik oleh para peserta.

Ada saat-saat ketika saya harus menjelaskan kembali materi, menjembatani komunikasi, dan memastikan teknik yang disampaikan dapat dipahami secara tepat.

Di sinilah saya merasakan bahwa menjadi karateka tidak hanya dituntut mampu melakukan teknik.

Kita juga harus mampu menjelaskan teknik, berkomunikasi, memahami karakter peserta, dan mentransfer ilmu kepada orang lain.

Karena kalau hanya bisa melakukan gerakan tetapi tidak bisa menjelaskan…

ya akhirnya cuma kelihatan jago sendiri!

Dimentori Langsung Bang Hatta Syafruddin

Pengalaman tersebut menjadi semakin berkesan karena proses pelatihan juga mendapatkan perhatian dan mentoring langsung dari Bang Hatta Syafruddin, yang saat itu menjabat sebagai Kasdivif I Kostrad dengan pangkat Brigjen.

Berada dalam lingkungan Kostrad memberikan pengalaman tersendiri.

Disiplin, ketepatan waktu, kekompakan, ketegasan, dan konsistensi terasa sangat kuat.

Saya pun belajar bahwa pelatihan yang baik bukan hanya menghasilkan orang yang mampu melakukan teknik, tetapi juga membangun karakter, mental, kedisiplinan, dan kemampuan bekerja dalam sebuah tim.

Enam Bulan yang Penuh Cerita

Enam bulan tentu bukan waktu yang singkat.

Ada latihan.

Ada penyampaian materi.

Ada evaluasi.

Ada komunikasi.

Ada pengulangan teknik.

Dan tentu saja ada keringat yang jumlahnya mungkin bisa dihitung menggunakan ember.

Namun justru proses panjang itulah yang membuat pengalaman ini sangat berarti.

Sebagai karateka, saya semakin memahami bahwa kemampuan tidak dibangun dalam satu atau dua kali latihan.

Teknik membutuhkan pengulangan.
Mental membutuhkan pengalaman.
Disiplin membutuhkan konsistensi.
Dan kemampuan mengajar membutuhkan kesabaran.

Dari Jepang, Kostrad, dan Lapangan

Bertemu dengan Sawanori-san memberikan saya perspektif tentang standar latihan dari Jepang.

Berada bersama pasukan memberikan pengalaman tentang disiplin dan kekompakan.

Sementara mentoring dari Bang Hatta memberikan pelajaran tentang kepemimpinan dan bagaimana sebuah program latihan harus diarahkan secara serius dan terstruktur.

Saya datang untuk membantu memberikan materi dan komunikasi.

Tetapi setelah enam bulan, saya justru merasa menjadi orang yang paling banyak mendapatkan pelajaran.

Itulah menariknya ilmu bela diri.

Semakin lama kita berlatih, semakin kita menyadari bahwa tidak ada seorang pun yang benar-benar selesai belajar.

Dan setiap pengalaman selalu meninggalkan cerita.

Termasuk pengalaman enam bulan bersama Kostrad Divif I ini.

Kenangan yang Tidak Terlupakan

Kini ketika melihat kembali foto tersebut, saya tidak hanya melihat tiga orang yang sedang berdiri bersama.

Saya melihat sebuah perjalanan.

Ada Kostrad Divif I, ada Sawanori-san dari Jepang, ada Bang Hatta Syafruddin, ada para peserta latihan, dan ada saya sebagai seorang karateka yang mendapatkan kesempatan luar biasa untuk ikut ambil bagian dalam proses tersebut.

Dan tentu saja ada satu kesimpulan sederhana:

Saya datang untuk berbagi ilmu.
Enam bulan kemudian, saya pulang membawa pengalaman.

Karena ternyata dalam dunia karate, guru bisa menjadi murid, murid bisa menjadi guru, dan matras selalu menjadi saksi bahwa semua orang tetap harus belajar.

Enam bulan. Satu program. Banyak pelajaran. Dan satu kenangan yang sampai sekarang masih terasa istimewa.

=======-

Six Months with Kostrad: When a Karateka Stepped onto the Training Field

Some invitations make us smile when they arrive. But there are also invitations that make us immediately think, “Wow, this is serious!”

One of those memorable opportunities came when I was invited by Kostrad Division I to participate in a six-month military training program.

In this program, I participated as a karateka, entrusted with supporting communication, coordination, and the delivery of training materials.

What made the experience even more special was the opportunity to work alongside Sawanori-san from Japan, who was known as a five-time consecutive world champion.

When you hear an achievement like that, as a karateka, you naturally show the highest respect.

Deep down, I was probably thinking:

“I came here bringing my experience. He came here bringing five world titles. So today, I’d better do a lot more listening!”

Sawanori-san: When Technique Meets Discipline

Working alongside Sawanori-san was an incredibly valuable experience.

My role was not simply to stand beside him, but to help ensure that communication, training materials, instructions, and the overall training process were properly understood by the participants.

There were moments when I had to explain the material again, facilitate communication, and make sure that the techniques being taught were understood correctly.

That was when I realized that being a karateka is not only about being able to perform techniques.

We must also be able to explain techniques, communicate effectively, understand the participants, and transfer knowledge to others.

Because if you can only perform the movements but cannot explain them…

then you are basically just showing off how good you are!

Mentored Directly by Brigadier General Hatta Syafruddin

The experience became even more meaningful because the training process received direct attention and mentoring from Bang Hatta Syafruddin, who at that time served as Kasdivif I Kostrad with the rank of Brigadier General.

Being in the Kostrad environment was an experience in itself.

Discipline, punctuality, teamwork, firmness, and consistency were strongly reflected throughout the program.

I learned that good training is not merely about producing people who can perform techniques, but also about developing character, mental strength, discipline, and the ability to work effectively as a team.

Six Months Full of Stories

Six months is certainly not a short period.

There was training.

There were training sessions.

There were evaluations.

There was communication.

There were repeated techniques.

And, of course, there was enough sweat to fill a bucket—or maybe several buckets!

But it was precisely this lengthy process that made the experience so meaningful.

As a karateka, I came to understand even more deeply that ability is not built through one or two training sessions.

Technique requires repetition.
Mental strength requires experience.
Discipline requires consistency.
And teaching requires patience.

Lessons from Japan, Kostrad, and the Training Field

Working with Sawanori-san gave me a different perspective on Japanese training standards.

Training alongside the troops gave me valuable lessons about discipline and teamwork.

Meanwhile, the mentoring from Bang Hatta taught me about leadership and how a training program must be managed seriously, systematically, and with clear direction.

I came to share my knowledge, materials, and communication skills.

But after six months, I felt that I was actually the person who learned the most.

That is the beauty of martial arts.

The longer we practice, the more we realize that no one ever truly stops learning.

And every experience leaves behind a story.

This six-month experience with Kostrad Division I is certainly one of those stories.

A Truly Unforgettable Memory

Today, when I look back at this photograph, I do not simply see three people standing together.

I see a journey.

I see Kostrad Division I, Sawanori-san from Japan, Bang Hatta Syafruddin, the training participants, and myself as a karateka who was fortunate enough to become part of the process.

And, of course, there is one simple conclusion:

I came to share knowledge.
Six months later, I went home carrying unforgettable experiences.

Because in the world of karate, a teacher can become a student, a student can become a teacher, and the training mat will always remind us that everyone still has something to learn.

Six months. One program. Countless lessons. And one unforgettable chapter that remains special to this day.