Dr. Dirk Sandarupa Resmi Diangkat sebagai Jurnalis Pariwisata oleh Koran Pariwisata Indonesia
oleh Dirk Sandarupa
Makassar, 31 Juli 2026 – Sebuah langkah baru dalam dunia literasi dan promosi pariwisata Indonesia resmi diemban oleh Dr. Dirk Sandarupa, M.Hum., MCE. Setelah dikenal sebagai akademisi, peneliti budaya Toraja, penulis, dan praktisi pariwisata, Dr. Dirk kini dipercaya menjadi Jurnalis Pariwisata di bawah naungan Koran Pariwisata Indonesia, media digital yang berkedudukan di Jakarta.
Pengangkatan tersebut ditandai dengan diterbitkannya Kartu Pers Media Digital Koran Pariwisata Indonesia sebagai bentuk kepercayaan kepada Dr. Dirk untuk turut berkontribusi dalam penyebarluasan informasi, edukasi, serta promosi destinasi wisata, budaya, ekonomi kreatif, dan industri perhotelan Indonesia kepada masyarakat nasional maupun internasional.
Pemimpin Koran Pariwisata Indonesia, JS Budi, menyampaikan bahwa pemilihan Dr. Dirk didasarkan pada rekam jejaknya yang konsisten dalam dunia akademik, penelitian budaya, kepenulisan, dan pengembangan pariwisata.
“Koran Pariwisata Indonesia membutuhkan jurnalis yang tidak hanya mampu menulis berita, tetapi juga memahami substansi pariwisata, budaya, dan masyarakat. Dr. Dirk Sandarupa memiliki pengalaman akademik dan lapangan yang kuat sehingga kami yakin beliau dapat menghadirkan karya jurnalistik yang edukatif, objektif, serta memberi nilai tambah bagi pengembangan pariwisata Indonesia,” ujar JS Budi.
Sebagai dosen Program Studi Pariwisata Universitas Hasanuddin, penulis berbagai buku tentang budaya dan pariwisata, serta pemerhati pelestarian budaya Toraja, Dr. Dirk memiliki pengalaman panjang dalam menjembatani dunia akademik dengan praktik pengembangan pariwisata berkelanjutan. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam menghasilkan karya jurnalistik yang tidak hanya informatif, tetapi juga mampu memberikan perspektif ilmiah bagi para pembaca.
Menanggapi amanah tersebut, Dr. Dirk Sandarupa menyampaikan rasa syukur dan komitmennya untuk mengemban tanggung jawab secara profesional.
“Saya memandang jurnalisme pariwisata bukan sekadar menyampaikan informasi mengenai destinasi wisata, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya, kearifan lokal, serta mendorong pengembangan pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan bertanggung jawab. Amanah ini akan saya jalankan dengan menjunjung tinggi integritas, akurasi, dan etika jurnalistik,” ungkap Dr. Dirk Sandarupa.
Melalui amanah baru ini, Dr. Dirk berkomitmen untuk menghadirkan berbagai liputan mengenai kekayaan budaya Nusantara, destinasi wisata, gastronomi, komunitas lokal, industri perhotelan, hingga kisah-kisah inspiratif dari berbagai daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat citra pariwisata Indonesia di tingkat nasional maupun global.
Pengangkatan ini menjadi babak baru dalam perjalanan profesional Dr. Dirk Sandarupa sekaligus memperluas kontribusinya dalam menghubungkan dunia akademik, budaya, dan media untuk mendukung kemajuan pariwisata Indonesia.
======-
Dr. Dirk Sandarupa Officially Appointed as a Tourism Journalist by Koran Pariwisata Indonesia
by Dirk Sandarupa
Makassar, July 31, 2026 – A new milestone in Indonesian tourism journalism has been achieved by Dr. Dirk Sandarupa, M.Hum., MCE. Widely recognized as an academic, Torajan cultural researcher, author, and tourism practitioner, Dr. Dirk has officially been appointed as a Tourism Journalist by Koran Pariwisata Indonesia, a Jakarta-based digital media platform dedicated to tourism and cultural development.
The appointment was marked by the issuance of an official Koran Pariwisata Indonesia Digital Press Card, reflecting the organization’s confidence in Dr. Dirk to contribute to the dissemination of information, education, and promotion of Indonesia’s tourism destinations, cultural heritage, creative economy, and hospitality industry to both national and international audiences.
According to JS Budi, the Chief Editor and leader of Koran Pariwisata Indonesia, Dr. Dirk was selected based on his longstanding dedication to academia, cultural research, authorship, and sustainable tourism development.
“Koran Pariwisata Indonesia seeks journalists who are not only capable of writing news stories but also possess a deep understanding of tourism, culture, and local communities. Dr. Dirk Sandarupa has demonstrated strong academic credentials and extensive field experience, and we believe he will produce journalistic works that are educational, objective, and valuable for the advancement of Indonesian tourism,” said JS Budi.
As a lecturer in the Tourism Study Program at Hasanuddin University, an accomplished author of numerous books on culture and tourism, and a passionate advocate for the preservation of Torajan cultural heritage, Dr. Dirk has consistently bridged academic research with practical tourism development. His extensive experience provides a solid foundation for producing journalism that is not only informative but also insightful and academically grounded.
Responding to the appointment, Dr. Dirk Sandarupa expressed his gratitude and commitment to carrying out his new responsibility with professionalism and integrity.
“To me, tourism journalism is far more than reporting on destinations. It is a platform for educating the public about cultural values, local wisdom, and the importance of promoting responsible, sustainable, and high-quality tourism. I am honored by this trust and will uphold the highest standards of integrity, accuracy, and journalistic ethics in every piece of work I produce,” said Dr. Dirk.
Through this new role, Dr. Dirk is committed to producing compelling stories about Indonesia’s rich cultural heritage, tourism destinations, gastronomy, local communities, hospitality industry, and inspiring initiatives from across the archipelago. His work aims to strengthen Indonesia’s tourism image while encouraging sustainable tourism practices at both the national and international levels.
This appointment marks a significant new chapter in Dr. Dirk Sandarupa’s professional journey, further expanding his contribution to connecting academia, culture, and the media in support of Indonesia’s tourism development and global recognition.










