DR Dirk Sandarupa: Pariwisata Digital: Kolaborasi Akademik dan Industri Bersama Pigitrip di FIB UNHAS
oleh Dirk Sandarupa
Program Studi S1 Pariwisata Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin kembali menghadirkan ruang pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman melalui kegiatan bertajuk “Pariwisata Digital: Kolaborasi Pigitrip” yang dilaksanakan pada Senin, 11 Mei 2026 di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNHAS. Kegiatan ini menghadirkan praktisi industri digital tourism, Rudihartono, S.TP., S.H., M.Si., sebagai narasumber utama dan dipandu oleh Dr. Dirk Sandarupa selaku dosen dan praktisi pariwisata.
Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan wawasan mahasiswa terhadap transformasi industri pariwisata di era digital. Mahasiswa tidak hanya belajar teori tentang destinasi wisata dan pelayanan wisatawan, tetapi juga memahami bagaimana pengelolaan perjalanan, pemasaran digital, penyusunan paket wisata, hingga strategi branding destinasi kini sangat dipengaruhi oleh teknologi dan platform digital seperti Pigitrip.
Dalam pemaparannya, Rudihartono menjelaskan bahwa dunia pariwisata saat ini membutuhkan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, terutama dalam pengelolaan perjalanan berbasis aplikasi, media sosial, digital marketing, hingga pelayanan wisata berbasis data dan pengalaman pengguna (user experience). Menurutnya, mahasiswa pariwisata perlu memahami bahwa industri wisata modern bukan hanya berbicara tentang perjalanan, tetapi juga tentang bagaimana membangun konektivitas digital yang efektif antara destinasi, pelaku usaha, dan wisatawan.
Sementara itu, Dr. Dirk Sandarupa menyampaikan bahwa kolaborasi antara kampus dan industri merupakan langkah penting dalam membentuk mahasiswa yang siap menghadapi tantangan dunia kerja. Ia menegaskan bahwa mahasiswa Prodi Pariwisata UNHAS perlu diperkenalkan pada sistem pengelolaan pariwisata digital sejak dini agar mampu berkembang tidak hanya sebagai akademisi, tetapi juga sebagai pengelola, kreator konten wisata, entrepreneur, hingga konsultan pariwisata berbasis teknologi.
Menurut Dirk, era digital telah mengubah pola perjalanan wisatawan secara signifikan. Wisatawan saat ini lebih banyak mencari informasi melalui media digital, membaca ulasan daring, menggunakan aplikasi perjalanan, hingga menentukan destinasi berdasarkan konten visual di media sosial. Oleh karena itu, mahasiswa pariwisata dituntut untuk memahami strategi komunikasi digital, inovasi pelayanan, dan kreativitas dalam membangun pengalaman wisata yang kompetitif.
Selain itu, Farhan Reza selaku dosen pariwisata juga memberikan pandangan bahwa mahasiswa saat ini sudah harus berbasis website dan mampu membangun identitas digital secara profesional. Menurutnya, kemampuan mengelola website, menampilkan portofolio digital, membuat konten destinasi, hingga memahami sistem informasi pariwisata merupakan kebutuhan penting dalam menghadapi persaingan industri modern. Ia menambahkan bahwa mahasiswa tidak cukup hanya aktif di media sosial, tetapi juga harus mampu menghadirkan informasi wisata yang terstruktur, edukatif, dan profesional melalui platform digital berbasis website.
Antusiasme mahasiswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Diskusi interaktif mengenai peluang kerja di industri digital tourism, pengembangan itinerary digital, manajemen perjalanan wisata, hingga peluang bisnis kreatif berbasis pariwisata menjadi topik yang menarik perhatian mahasiswa angkatan 2024. Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa pendidikan pariwisata di UNHAS terus bergerak mengikuti dinamika industri global dengan memperkuat sinergi antara akademik dan praktisi lapangan.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Pariwisata FIB UNHAS berharap mahasiswa mampu membangun pola pikir inovatif, adaptif, dan kreatif dalam menghadapi perkembangan industri pariwisata modern, sekaligus menjadikan teknologi digital sebagai sarana untuk memperkuat promosi budaya, destinasi lokal, dan potensi wisata Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.
=======-
Digital Tourism: Academic and Industry Collaboration with Pigitrip at FIB UNHAS
by Dirk Sandarupa
The Undergraduate Tourism Study Program of the Faculty of Cultural Sciences, Hasanuddin University, once again presented a learning forum that is highly relevant to current global developments through an event entitled “Digital Tourism: Pigitrip Collaboration”, held on Monday, May 11, 2026, at the Faculty of Cultural Sciences (FIB) UNHAS. The event featured Rudihartono, S.TP., S.H., M.Si., as the main speaker from the digital tourism industry and was guided by Dr. Dirk Sandarupa as a tourism lecturer and practitioner.
This activity became part of the program’s effort to strengthen students’ understanding of tourism transformation in the digital era. Students were not only introduced to tourism theories and hospitality services, but also learned how travel management, digital marketing, tour packaging, and destination branding are now strongly influenced by technology and digital platforms such as Pigitrip.
In his presentation, Rudihartono explained that today’s tourism industry requires human resources who are adaptive to technological developments, especially in managing app-based travel services, social media promotion, digital marketing, and tourism services driven by data and user experience. According to him, tourism students must realize that modern tourism is not only about traveling, but also about building effective digital connectivity between destinations, tourism businesses, and travelers.
Meanwhile, Dr. Dirk Sandarupa stated that collaboration between universities and industry is an important step in preparing students to face future professional challenges. He emphasized that Tourism students at UNHAS should be introduced to digital tourism management systems from an early stage so they can developf not only as academics, but also as tourism managers, content creators, entrepreneurs, and technology-based tourism consultants.
According to Dirk, the digital era has significantly transformed tourist behavior and travel patterns. Modern travelers rely heavily on digital information, online reviews, travel applications, and visual content on social media before choosing destinations. Therefore, tourism students are expected to understand digital communication strategies, service innovation, and creativity in creating competitive tourism experiences.
In addition, Farhan Reza, as a tourism lecturer, also shared his perspective that students today should already be website-based and capable of building professional digital identities. According to him, the ability to manage websites, create digital portfolios, develop destination content, and understand tourism information systems has become an essential skill in facing modern industry competition. He added that students should not only be active on social media, but also be able to present tourism information in a structured, educational, and professional manner through website-based digital platforms.
The enthusiasm of the students was clearly visible throughout the event. Interactive discussions about career opportunities in digital tourism, digital itinerary development, travel management, and creative tourism business opportunities attracted strong interest from students of the 2024 batches. The event also demonstrated that tourism education at UNHAS continues to evolve alongside global industry dynamics by strengthening collaboration between academia and industry practitioners.
Through this program, the Tourism Study Program of FIB UNHAS hopes that students will develop innovative, adaptive, and creative mindsets in responding to the rapid growth of the modern tourism industry, while also utilizing digital technology to strengthen the promotion of local culture, tourism destinations, and Indonesia’s tourism potential at both national and international levels.










