DONGENG PARIWISATA: RYU GWAN-SU
Alkisah, Kaisar Gojong tiba-tiba wafat. Rakyat Korea berduka-cita, menganggap kematian Sang Kaisar karena diracun oleh Jepang.
Diam-diam, mereka pun membentuk organisasi bawah tanah dan memulai rencana untuk mendeklarasikan kemerdekaan.
Terjadi kosentrasi masa di pusat kota Seoul dengan mendengarkan 33 orang tokoh membacakan Deklarasi Kemerdekaan pada 1 Maret 1919. Jutaan rakyat Korea Selatan pun berdemonstrasi.
Tersebutlah seorang siswi, Ryu Gwan-sun yang turut memekikkan kata “Merdeka!” pada peristiwa yang disebut Samil Undong atau Pergerakan Satu Maret itu.
Ia dijebloskan di penjara. Disiksa ala militer. Hingga pada satu titik, ia ingat bahwa hari itu adalah tanggal 1 Maret 1920. Dari dalam penjara, ia kobarkan setahun deklarasi Kemerdekaan.
Sejurus kemudian, seluruh tawanan yang berjumlah 3.000 orang di penjara ikut memekikkan kata “Merdeka!” dan menggema hingga terdengar diluar gedung penjara. Di jalananpun, orang riuh memekikkan kata “Merdeka!”
Insiden ini membuat ia dipenjara khusus hingga gugur sebagai bunga bangsa.
Sampai saat ini, 1 Maret diperingati dengan memukul genta sebanyak 33 kali untuk menghormati pahlawan kemerdekan mereka.
Sekuel Cerita:
Apakah dalam sejarah, orang musti jadi pahlawan?










