DONGENG PARIWISATA: POLLYCARPUS BUDIHARI PRIJANTO
Ada tautan berita tentang meninggalnya Pollycarpus Budihari Prijanto di wa group kami yang berisikan pecinta kedamaian. Pikiranku melayang 25 tahun silam, tatkaka ambil Magister Linguistik di UNUD dan bekerja sbg Duty Manager Sanur Beach Hotel di Bali. Ia adalah pilot Garuda yang menginapnya di hotel milik anak perusahaan Garuda, tempat saya bekerja.
Walau sebagai pilot yang memiliki privillage untuk stay di hotel, ia lebih suka makan di warung kecil dan mampir di kosan saya untuk berdiskusi apa saja. Kami lama berpisah semenjak saya tugas di Surabaya.
Pengadilan menjatuhkan 14 tahun atas kasus Moenir. Ia dihukum di Sukamiskin Bandung. Di lapas ini, saya bertemu kembali dengan Bang Polly, begitu saya memanggilnya. Ini, lantaran adanya program saya sbg GM hotel utk ber-CSR: keliling ke panti asuhan yatim piatu, panti jompo dan lembaga kemasyarakatan yang ada di Bandung.
Banyak cerita yang ia sampaikan, namun hanya ada satu pesan yang ia bisikkan, “Dik, Abang sudah ikhlas. Kamu benar, bahwa kita harus belajar politik bukan untuk menjadi politisi, tapi agar kita tidak dipolitisir orang lain.”
“Baik, Abang,” jawabku pendek.
Memang, tidak ada kawan abadi di dunia politik, yang ada hanyalah kepentingan abadi. So, be careful with it.
Selamat jalan, Abang.










