HOTEL MOJOPAHIT SURABAYA
Tatkala kita menelisik peran hotel dalam sejarah. Sepakat, kita fokus pada Hotel Mojopahit Surabaya. Dulu bernama Hotel ORANJE, diubah dengan nama HOTEL YAMATO saat tentara Heiho menduduki Surabaya.
Ia adalah ikon perjuangan arek-arek Suroboyo. Sebab, di hotel inilah bendera MERAH-PUTIH-BIRU diturunkan dan dirobek warna birunya, hingga menjadi MERAH-PUTIH untuk dikibarkan kembali. Itu, terjadi pada November 1945.
“Budi tak sembadani, ngamuk o tak kembari”, begitu yel-yel perjuangan Bonek Senior saat itu. Bermakna, kalau Anda santun terhadap kami, kamipun menghormati Anda. Kalau Anda berulah, kami akan hadapi. Mereka tak peduli dengan apa yg terjadi selanjutnya. Bagi mereka, Merah-Putih harga mati. Bukan harga tinggi, apalagi harga bersaing. Karena Merah-Putih bukanlah sebuah barang dagangan. Ia adalah Panji kehornatan kemerdekaan anak bangsa dari penjajahan.
Menarik disimak bahwa nama hotel tersebut berubah sesuai Jamannya: Hotel Oranje, dikala Belanda berkuasa. Hotel Yamato disaat pendudukan Jepang. Sempat juga berubah menjadi Hotel HETERO. mungkin lantaran sudah menjadi heterogen. Namun, hingga saat ini, ia memilih nama Hotel Mojopahit. Walau, Panglima Gajah Mada tidak pernah menginap.
TIM










