DONGENG PARIWISATA: FROM ZERO TO HERO
Namanya Carl Brasher, anak seorang petani jagung berkulit hitam yang punya tekad besar untuk menjadi anggota AL Amerika. Sesampai di Camp, ia hanya menjadi tukang masak. Sang Kapten mendatanginya dan menyatakan kagum atas kecepatan renang Carl dan berjanji mentransfernya ke Camp Penyelam. Carl sangat senang dengan pemindahan tugas itu.
Memasuki Camp Penyelam Unit Penyelamat, Sang Pelatih, Chief Sunday, menjelaskan kepada semua siswa-prajurit bahwa Carl adalah satu-satunya anggota kulit hitam. Bukannya welcoming moment yang ia dapat, semua prajurit kulit putih protes, keluar camp daripada tidur dengan siswa-prajurit kulit hitam, kecuali seorang prajurit bernama Snowill. Berat memang beban rasis bagi orang kulit hitam saat itu.
Suatu saat, Carl bisa menyelamatkan dua siswa-prajurit yang terjebak dalam kapal karam yang dipergunakan untuk latihan penyelamatan dasar laut, eh, yang mendapatkan mendali malah yang diselamatkan oleh Carl.
Thus, pada waktu ujian, kepala sekolah militer AL Amerika memerintahkan Sang Pelatih, Chief Sunday untuk tidak meluluskan Carl dengan alasan rasis. Skenariopun dibuat, tas yang berisi peralatan Carl disobek sehingga peralatan praktek penyelaman dasar laut milik Carl tercerai berai dan harus dicari di dasar laut terlebih dahulu oleh Carl. Hingga detik menegangkan, Sang Pelatih melawan perintah Kepala Camp tersebut. Syukurnya, Carl bisa menyelesaikannya walau dengan waktu lama dan membuat tubuhnya nyaris beku. Carl dinyatakan lulus, tetapi naas bagi Chief Sunday. Ia dipecat dari Camp dan masuk RS. Jiwa karena stress berat atas keberaniannya melawan Komandannya.
Beberapa tahun berlalu, Chief Sunday membaca koran di halaman depan bahwa Carl dielu-elukan menjadi pahlawan Amerika karena ia telah berhasil menemukan dan mengangkat bom nuklir di dasar laut. Sayangnya, kaki kirinya mengalami kecelakaan sehingga harus diamputasi. AL Amerika membebas-tugaskan Carl sebagai penyelam karena cidera kakinya. Chief Sunday pun mendatangi Carl dan memberi semangat bahwa mereka kini sama-sama menjadi orang yang menderita karena dilarang menyelam.
Chief Sunday berjanji akan melobby. petinggi AL Amerika. Sidangpun digelar, Carl diberi kesempatan berjalan 12 langkah dengan menggunakan baju selam seberat 200 kg itu.
Chief Sunday dilarang memasuki ruang sidang oleh penjaga, ia berang dan memaksa memasuki ruang sidang untuk memberi semangat kepada Carl.
Baju selam dipasang, Carl mulai berjalan perlahan-lahan. Pada hitungan ke delapan, ia nyaris ambruk. Chief Sunday dengan keras membentak Carl sebagaimana layaknya di Camp Pendidikan yang membuat Carl tersentak dan maju tertatih-tatih hingga hitungan ke dua belas. Carl pun dinyatakan Lulus Sidang dan diperkenankan bertugas kembali di Kesatuannya.
Moral story: Kadang, kesulitan, bentakan dan hinaan, bisa membuat orang semakin bersemangat untuk bangkit. Apalagi kalau itu keluar dari mulut para Pelatih dan debt collector, ya?
TIM










