Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira Eka Wira
Berita  

DONGENG PARIWISATA: DUKUN DALAM KEHIDUPAN BISNIS NYATA

DONGENG PARIWISATA

DONGENG PARIWISATA: DUKUN DALAM KEHIDUPAN BISNIS NYATA

“Pak, saya Sales Manager di-phk tanpa pesangon. Banting stir jualan makanan ala Jepang dg gerobak dan mangkal di depan supermarket. Awalnya meledak. Booming. Tiga minggu kebelakang, jualan drastis sepi pengunjung. Kalau saya jualan, badan sering terasa meriang. Pada suatu saat, saya foto gerobak waktu parkir sblm saya pulang. Sesampai di rumah, saya kaget. Ada siluet mahluk halus. Apakah ini kiriman orang yg syirik dg jualan saya sehingga omset saya terpuruk?”

Saya bukan ustadz, tapi saya bilang: welcome to the real world of ENTREPRENEUR. Selama ini Anda anggap orang jualan itu mudah? Anda ber-DNA BABU yang migrasi ke DNA ENTREPRENEUR. Sama dengan Anda orang Indonesia asli yang menjadi orang Amerika. Anda kan tidak pernah tahu susahnya jadi orang Amerika? Referensi Anda tentang Amerika adalah Baywatch, Tom Cruise, Donald Trump. Anda tidak tahu bagaimana rasanya jadi gelandangan di Amerika?

Para penjual competitor Anda adalah petarung jalanan yang sudah exist sebelum Anda datang dengan konsep yang lebih keren dan booming. Bagi mereka, risiko menjadi orang jalanan adalah terbawanya arus kehidupan keras. Gak kuat iman, modar. “Dagangan sepi, dukun beraksi. Order ditolak, dukun bertindak.”

 

So, sing sabar lan tawakal, nyak. Jangan mengikuti ritme permainan mereka. Cukup minta tolong sama Gusti Allah.

TIM