DONGENG PARIWISATA: CHEF JENUH
“Pak, saya Chef, sdh jenuh kerja. Bekerja rutinitas. Gaji dipotong. Sulit gak buka usaha resto?”
Chef, syukuri apa adanya. Masih banyak orang nganggur diluaran sana. Siap gak mental Anda berubah: dari menerima gaji, menjadi orang yang menggaji? Ini kunci utamanya.
Saat ini, kesulitan hidup telah merubah nuansa semua itu secara masive dan non struktur. Seorang Chef seperti Anda, bisa saja terpaksa membuka resto karena di-phk sepihak oleh hotel. Kemudian Anda merubah diri seiring berjalannya waktu menjadi terbiasa dengan keseharian Anda. Hingga akhirnya, Andapun menikmatinya menjadi seorang entrepreneur.
Perlu diingat, menjadi entrepreneur tidaklah segampang orang berteori atau orang bluffing yang dikenal dengan sebutan HALU. Mereka hanya mendengar ujung cerita dari sebuah success story. Namun, tatkala Anda menjalaninya, yang pasti Anda membutuhkan kesabaran ekstra, intuisi tajam dan focusing yang mendekati kesempurnaan. Maknanya, jangan mikir hal lain. Fokus bagaimana resto Anda laris manis.
Banyak teori marketing yang ditawarkan, tapi pergunakan sebatas kemampuan. Banyak-banyak berserah diri dan berdoa agar bisnis Anda bisa sukses dan Andapun tidak sia-sia bermetamorfose dari DNA BABU menjadi DNA ENTREPRENEUR. Kalau tidak mampu, ya, balik lagi jadi Babu di hotel.
TIM










