DONGENG PARIWISATA: BRODIN
Namaku Syafrudin. Sejak kecil dipanggil Udin. Setelah bekerja, banyak rekan-rekan memanggilku Bro Udin. Lantas, bergeser menjadi Brodin. Tak ayal, banyak orang lebih mengenalku sebagai Brodin.
Uniknya, ternyata nama Brodin itu identik dengan nama orang Madura. Sehingga, kalau berkenalan dg orang Madura, langsung diajak berbahasa Madura, “Bile Beeng dateng (kapan Anda datang-red) di Jakarta?” Kujawab: petok tahun, sambil senyum.
Tatkala dia bertanya banyak. Aku setop dg kalimat: Maaf, saya orang Sunda. Bisanya cuma bilang itu, karena sering ditanya pertanyaan sama. Dia pun ngakak. Tapi langsung akrab. “Siapa yang ngajari petok tahun?” tanyanya. “Mas Budi, teman saya,” jawabku sambil tertawa.
“Dia bilang itu adalah dialek arek Suroboyo yang bergaul dg teman-teman Madura di Kawasan Kenjeran – Surabaya, untuk menyebut James Bond 007 dg sebutan JEMBUK JEMBUK PETOK,” candaku.
Dia pun tambah ngakak. Karena baru dengar istilah tsb. Lucunya, semakin lama kami berkenalan, semakin menjadi sahabat karib. Dan, jika dia memperkenalkan aku kepada teman-teman Maduranya, dia menyebutku sebagai Brodin Madura Partikelir.
Kuceritakanlah semuanya kepada Mas Budi, eh, cuma dijawab: itu namanya REBRANDING alami yg sukses.
Asem, kan?
Hehe.










